SISTEM DETEKSI MALARIA BERBASIS CITRA MIKROSKOP MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORKMUHAMMAD MUTTAQIN / Meida Untoro S.Kom., M.Kom. / Teknik Informatika, 2022Penyakit malaria merupakan penyakit tropis yang menginfeksi sel darah merah manusia yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium. Parasit plasmodium ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina anopheles dan dapat berkembang biak didalam sel darah merah manusia. Malaria menjadi masalah... |
Pengaruh E-WOM Dan Brand Image Terhadap Minat Beli Konsumen Mie Gacoan di Kota Bandar Lampung : Studi Kasus Cabang Way HalimMuhammad Zayni Muttaqin / Andhyka Tyaz Nugraha, S.P., M,Si., Ph.D / Teknik Industri, 2024Perkembangan teknologi informasi membantu pelaku usaha untuk memasarkan produk secara luas dengan menjangkau konsumen diberbagai tempat yang jauh serta memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Electronic Word of Mouth dan Brand Image dapat membe... |
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN PELAJAR BAGI PENGGUNA JALAN TERHADAP FUNGSI RAMBU – RAMBU DAN MARKA LALU LINTAS KOTA BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS : KECAMATAN TANJUNG KARANG PUSAT)Muhammad Al Ghifary Jundana Muttaqin / Michael, S.T., M.Sc. / Teknik Sipil, 2025Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan kepatuhan pelajar terhadap fungsi rambu-rambu serta marka lalu lintas di Kota Bandar Lampung, dengan fokus pada Kecamatan Tanjung Karang Pusat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner Pretest d... |
ANALISIS KUAT TARIK LENTUR DAN WORKABILITY PADA BETON BERSERAT FIBERGLASS DENGAN LIMBAH STEEL SLAG SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR DENGAN VARIASI 25%, 30%, DAN 35%MUHAMMAD HABIB MUTTAQIN / Ahmad Yudi, S.T., M.T. / Teknik Sipil, 2026Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan limbah steel slag sebagai material substitusi agregat kasar dan penambahan serat fiberglass terhadap kuat lentur dan workability beton. Variasi substitusi steel slag yang digunakan yaitu sebesar 25, 30, dan 35 persen dari agregat kasar,... |