Analisis Implementasi Sistem Persinyalan Communication Based Train Control (CBTC) Pada PT. Mass Rapid Transit JakartaRafi Arganto Liano / Arif Setyaji, S.T., M.T. / Teknik Perkeretaapian, 2025Sistem persinyalan CBTC diimplementasikan PT. MRT Jakarta guna memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Kota Jakarta dengan memberikan waktu perjalanan antar kereta setiap 5 menit seiring dilengkapi keamanan yang tinggi. Sejak sistem persinyalan tersebut diimplentasikan pada tahun 2018 telah terja... |
Hubungan Karakteristik Sosial-Ekonomi terhadap Pola Perjalanan Pengguna MRT Jakarta yang Beraktivitas Pada Kawasan TOD CSW-ASEANMUHAMAD ZACKY PUTRA PRATAMA / Muhammad Zainal Ibad, S.T., M.T. / Perencanaan Wilayah dan Kota, 2025Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta adalah moda angkutan publik berbasis kereta api dengan kapasitas angkut tinggi dan frekuensi perjalanan yang intensif, yang dikembangkan untuk menjawab permasalahan kemacetan dan kebutuhan mobilitas di DKI Jakarta. Implementasi konsep Transit Oriented Development (TO... |
Analisis Pengaruh Korogasi Rel Terhadap Kebisingan Dan Efektivitas Lubrikasi OliChoirunnas Abdurrasyid / Febriyadi, S.T., M.T. / Teknik Perkeretaapian, 2025Rail corrugation atau korugasi rel merupakan salah satu bentuk keausan permukaan rel yang dapat meningkatkan kebisingan dan getaran selama operasional kereta, khususnya pada jalur lengkung dengan radius kecil seperti di Fatmawati MRT Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan anta... |
Analisis Keausan Dan Prediksi Usia Pakai Rel Pada Lengkung Fatmawati MRT JakartaPUAN MAHARANI / Ir. J.R.C Hosang,M.T. / Teknik Perkeretaapian, 2025Keausan (wear) merupakan proses pengikisan material pada permukaan rel akibat interaksi mekanis berulang antara roda dan rel yang menyebabkan terlepasnya partikel kecil dari kepala rel. Faktor penyebab utamanya meliputi gesekan, gaya sentrifugal, gaya lateral, passing tonase, kondisi lingkungan, kua... |
PERENCANAAN POLA OPERASI MRT JAKARTA FASE 3FRISCILLA IMANTIKA YOSRI / Ir. Nurmagita Pamursari, S.T., M.T / Teknik Perkeretaapian, 2026Penelitian ini berfokus pada perencanaan pola operasi MRT Jakarta Fase 3 untuk koridor Timur-Barat sepanjang 33,7 km. Tujuan utamanya adalah menyusun strategi operasional yang efektif guna memenuhi proyeksi permintaan transportasi massal di masa depan. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif d... |
Identifikasi Faktor Aksesibilitas MRT Stasiun Istora terhadap Pola Pergerakan Masyarakat di Kawasan GBK-SCBDMarchel Winanza / Dr. Goldie Melinda Wijayanti, S.T., M.T. / Perencanaan Wilayah dan Kota, 2026Jakarta sebagai pusat metropolitan Indonesia menghadapi tantangan mobilitas yang kompleks sehingga mendorong pembangunan MRT sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam mendukung mobilitas transportasi publik perkotaan. Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang berfungsi sebagai ruang publik... |
Identifikasi Lokasi Potensial Layanan Shared E-Scooter Pada Koridor MRT Jakarta Rute Lebak Bulus – Bundaran HISefridya Kemala Azurra / Dr. nat. techn. Shahnaz Nabila Fuady, S.T., M.T. / Perencanaan Wilayah dan Kota, 2026Konektivitas first-mile dan last-mile merupakan salah satu aspek yang memengaruhi efektivitas sistem transportasi publik. Pada koridor MRT Jakarta Fase 1, masih terdapat kesenjangan aksesibilitas antara stasiun MRT dan kawasan di sekitarnya yang dapat memengaruhi kemudahan perpindahan antarmoda. Sal... |
PENINGKATAN JUMLAH TRAINSET TERHADAP EFISIENSI HEADWAY BERDASARKAN JUMLAH PENUMPANG PADA PEAK HOUR PT MRT JAKARTA FASE 1Ega Berliana Putri Shavira / Ir. Nurwanda Sari, S.T., M.T / Teknik Perkeretaapian, 2026Peningkatan volume pengguna jasa MRT Jakarta Fase 1 rute Lebak Bulus – Bundaran HI memerlukan strategi operasional yang adaptif untuk menjaga standar pelayanan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi jumlah penumpang hingga tahun 2029 dan menentukan kebutuhan trainset serta s... |