PENGARUH LAMA HIDROLISIS DAN FERMENTASI MINUMAN SINBIOTIK UMBI SINGKONG TERHADAP DERAJAT POLIMERISASI, TOTAL BAL, TOTAL ASAM, DAN VIABILITAS Lactobacillus plantarum
Minuman sinbiotik adalah minuman fungsional yang mengandung kombinasi probiotik dan prebiotik yang mendukung aktivitas metabolisme probiotik serta memberikan manfaat kesehatan. Probiotik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lactobacillus plantarum, yaitu bakteri asam laktat (BAL). Tepung singkong terhidrolisis dan selo-oligosakarida yang diproduksi secara enzimatis digunakan sebagai prebiotik. Proses pembuatan minuman sinbiotik melibatkan hidrolisis tepung singkong, dilanjutkan dengan fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu hidrolisis dan fermentasi terhadap viabilitas Lactobacillus plantarum, total bakteri asam laktat (BAL), total asam, dan viabilitas Lactobacillus plantarum dalam saluran pencernaan. Perlakuan hidrolisis dan fermentasi masing-masing dilakukan selama 12 jam dan 24 jam. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah pada α = 5%. Hasil yang signifikan selanjutnya dijelaskan menggunakan interpretasi nilai rata-rata marginal taksiran. Waktu hidrolisis berpengaruh nyata terhadap total gula, gula pereduksi, total BAL, toleransi asam lambung, dan toleransi garam empedu. Waktu fermentasi berpengaruh nyata terhadap total gula, gula pereduksi, total BAL, total asam, dan toleransi garam empedu. Nilai derajat polimerisasi (DP) yang dihasilkan berkisar antara 2,75 hingga 4,51, yang mengindikasikan terbentuknya selooligosakarida sebagai prebiotik. Total BAL pada semua perlakuan mencapai nilai di atas 10⁶ CFU/mL, dengan rata-rata tingkat kelangsungan hidup di atas 90% terhadap pH lambung, ketahanan terhadap garam empedu 0,3
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607070017
Keyword
singkong, hidrolisis, fermentasi, Lactobacillus pl