Evaluasi Pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat di Puskesmas Permata Sukarame
Tingginya kunjungan pasien di Puskesmas Permata Sukarame Bandar Lampung yang tidak sebanding dengan jumlah tenaga kefarmasian berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat. KIE merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian yang bertujuan meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat secara aman, tepat, dan rasional guna menunjang keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan KIE obat dan identifikasi hambatan dalam pelaksanaannya di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimental dengan desain cross-sectional. Data diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner kepada 100 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen telah memenuhi uji validitas muka dan konten, serta reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KIE obat memperoleh nilai 77,08 persen (baik). Aspek komunikasi dan informasi memperoleh nilai masing-masing 92,75 persen dan 82,50 persen (sangat baik), sedangkan aspek edukasi memperoleh nilai 56 persen (cukup). Capaian edukasi yang rendah terutama terdapat pada penyampaian mengenai efek samping obat (40 persen), tindakan saat efek samping muncul (33 persen), dan penanganan obat sisa (65 persen) sehingga memerlukan peningkatan. Hambatan yang teridentifikasi meliputi keterbatasan tenaga kefarmasian, tingginya beban kerja, belum memadainya ruang konseling, serta keterbatasan media edukasi. Peningkatan jumlah tenaga teknis kefarmasian serta dukungan sarana yang memadai diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan KIE obat.
Kata kunci: Komunikasi, Informasi, Edukasi, Pelayanan kefarmasian, Puskesmas.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230237
Keyword
Komunikasi Informasi Edukasi Pelayanan kefarmasian Puskesmas