ISOLASI DAN KARAKTERISASI PEKTIN DARI KULT SEMANGKA (Citrullus sp.) DENGAN METODE EKSTRAKSI MENGGUNAKAN PELARUT HCl
Pemanfaatan limbah kulit semangka (Citrullus sp.) sebagai sumber pektin merupakan upaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi dan mengkarakterisasi pektin menggunakan pelarut HCl dengan optimasi variabel pH, suhu, dan waktu ekstraksi. Metode yang digunakan meliputi metode baku, optimasi, dan Response Surface Methodology (RSM). Rendemen pektin yang dihasilkan sebesar 4,336%; 11,90%; dan 8,27%. Karakterisasi menunjukkan kadar air 8,8%; 4,8%; dan 5,46%, kadar abu 0,56%; 1,4%; dan 1,6%, serta berat ekivalen 724,63; 694,44; dan 694,65 mg/Eq. Kadar metoksil sebesar 10,04%; 10,66%; dan 11,22% (HMP), dengan kadar asam galakturonat 81,31%; 85,88%; dan 89,23%, serta derajat esterifikasi 70,10%; 70,47%; dan 71,38% yang menunjukkan pektin bermetoksil tinggi. Analisis diagram pareto menunjukkan variable pH-pH (AA), pH (A), suhu-suhu (BB), dan pH-Suhu (AB) sebagai faktor paling berpengaruh terhadap rendemen. Analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi khas pektin, meliputi -OH, -CH₃, -COOCH₃, -COOH, ikatan glikosidik (C-O-C), dan gugus eter. Hasil penelitian menunjukkan metode optimasi pH 1,5; suhu 90 °C; waktu 60 menit meningkatkan rendemen dan kualitas pektin yang dihasilkan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606190109
Keyword
Pektin kulit semangka (Citrullus sp.) ekstraksi HCl karakterisasi FTIR