Identifikasi Kandungan Bahan Berbahaya (Boraks dan Formalin), Angka Lempeng Total (ALT), Serta Cemaran Salmonella Pada Tahu Putih di Pasar Kecamatan Kemiling
Tahu merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki tesktur padatan lunak yang dibuat dengan bahan utama yaitu kacang kedelai. Tahu memiliki kadar air dan kadar protein yang tinggi, sehingga membuat tahu mudah mengalami kerusakan dan memiliki daya simpan yang relatif singkat. Hal tersebut mendorong beberapa produsen menggunaan bahan tambahan berbahaya seperti boraks dan formalin untuk memperpanjang masa simpan tahu, serta bahan tambahan berbahaya tersebut memiliki harga yang relatif lebih murah dan mudah didapat. Selain itu, tahu merupakan bahan yang mudah tercemar mikroorganisme apabila, lingkungan, penanganan, sanitasi dan higiene dilakukan dengan kurang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengindentifikasi bahan berbahaya boraks dan juga formalin secara kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis, serta Angka Lempeng Total (ALT) dan cemaran Salmonella pada tahu di Pasar Kecamatan Kemiling. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa seluruh sampel positif mengandung boraks dengan kadar (12,09-41,94 ppm) dan formalin dengan kadar (6,30-22,86 ppm). Uji Angka Lempeng Total menunjukkan seluruh sampel melebihi batas yang tercantum dalam SNI 01-3142-1998, yaitu 1 x 10⁶ koloni/g, dengan nilai ALT tertinggi yang diperoleh yaitu 1,65 x 10⁸ koloni/g dan nilai ALT terendah yang diperoleh yaitu 7,4 x 10⁷. Hasil uji cemaran Salmonella menunjukkan bahwa sepuluh dari dua belas sempel yang diuji positif mengandung Salmonella. Hal tersebut menunjukkan bahwa diperlukannya pengawasan terhadap keamanan pangan, di Pasar Kecamtan Kemiling.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606100078
Keyword
ALT Boraks Formalin Salmonella Tahu