PERENCANAAN OPERASI KRL FEEDER COMMUTER LINE RUTE DEPOK – NAMBO GUNA OPTIMALISASI PELAYANAN PENUMPANG STASIUN PONDOK RAJEG, CIBINONG, DAN NAMBO
Jalur Citayam – Nambo merupakan jalur cabang yang masih menggunakan jalur tunggal (single track) dengan panjang 13,3 km. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan dalam pengoperasian KRL Commuter Line Nambo, yang ditunjukkan oleh headway eksisting sekitar 60 menit dengan 32 perjalanan per hari berdasarkan GAPEKA 2025. Keterbatasan frekuensi perjalanan berpotensi memengaruhi kemampuan layanan dalam mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang, khususnya pada Stasiun Pondok Rajeg, Cibinong, dan Nambo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengoperasian KRL Feeder Depok – Nambo, mengidentifikasi indikasi pengalihan penumpang menuju Stasiun Citayam, serta menentukan jumlah perjalanan KRL Feeder yang dapat dioperasikan pada lintas tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data jumlah penumpang, jadwal perjalanan KRL
eksisting, kapasitas angkut, load factor, serta hasil survei kuesioner terhadap 346 responden. Proyeksi jumlah penumpang dilakukan untuk mengetahui perkembangan kebutuhan layanan hingga tahun 2028. Hasil survei menunjukkan bahwa 93% responden menggunakan Stasiun Citayam sebagai alternatif stasiun keberangkatan atau kedatangan akibat terbatasnya jadwal KRL menuju Nambo. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan perencanaan operasional, diperoleh kebutuhan penambahan perjalanan KRL Feeder sebanyak 33 perjalanan per hari. Penambahan tersebut direncanakan untuk mengurangi headway pada lintas Depok – Nambo dari sekitar 60 menit menjadi sekitar 30 menit dengan tetap mempertimbangkan kondisi jalur tunggal, waktu tempuh, dwell time, serta waktu persilangan di Stasiun Cibinong. Hasil perencanaan selanjutnya dituangkan dalam penyusunan GAPEKA baru sebagai alternatif pola operasi KRL Feeder Depok – Nambo.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610220030
Keyword
KRL Commuter Line Jalur Nambo Headway Load Factor Jalur Tunggal