Aplikasi Shortening Minyak Sawit Merah pada Pembuatan Kukis Kaya β-Karoten
Minyak sawit merah (MSM) merupakan minyak kaya β-karoten
dan vitamin E yang berpotensi menjadi bahan baku shortening untuk
mengatasi kekurangan vitamin A. Penelitian ini bertujuan menganalisis
sifat fisikokimia, tingkat kesukaan, serta kandungan β-karoten pada
kukis berbasis shortening MSM. Shortening dibuat dari kombinasi red
palm oil (RPO), virgin coconut oil (VCO), dan MDAG pada tiga taraf
konsentrasi (1 persen, 2 persen, 3 persen) yang dikombinasikan dengan tiga taraf
konsentrasi gula (20 persen, 24 persen, 28 persen) menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dan uji Kruskal-Wallis, menghasilkan
sembilan formulasi kukis. Hasil penelitian menunjukkan kadar air kukis
berkisar 4,99-9,98 persen, kadar abu 1,33-3,50 persen, kadar protein 7,16
12,03 persen, kadar lemak 16,22-19,78 persen, dan kadar karbohidrat meningkat
seiring naiknya konsentrasi gula. Kadar β-karoten menurun dari
adonan (0,75-1,58 µg/g) menjadi kukis (0,62-0,94 µg/g) setelah
pemanggangan. Uji organoleptik menggunakan uji Kruskal-Wallis
menunjukkan formulasi MDAG 2 persen dan gula 20 persen (S2G20)
memberikan penerimaan keseluruhan tertinggi (3,83), sedangkan
formulasi MDAG 3 persen dan gula 20 persen (S3G20) menghasilkan kandungan
β-karoten tertinggi pada produk akhir (0,94 µg/g) dan ditetapkan
sebagai perlakuan terbaik. Berdasarkan hasil tersebut shortening MSM
dapat diaplikasikan pada kukis dengan mutu fisikokimia dan sensori
serta kandungan β-karoten yang memiliki retensi yang baik.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609250033
Keyword
β-karoten fisikokimia kukis minyak sawit merah shortening