Perancangan Strategi Bisnis untuk Meningkatkan Daya Saing Sanggar Tapis dan Bordir Family Art Menggunakan Pendekatan SWOT dan QSPM
Sanggar Tapis dan Bordir Family Art merupakan IKM kerajinan kain Tapis sulam manual berbahan benang emas asli di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung yang hanya mampu mencatatkan 2-3 pesanan per bulan, sementara kompetitor sesama pengguna benang emas asli yang aktif di platform digital mampu menghasilkan omset hingga Rp33.600.000 per periode. Kesenjangan ini bukan disebabkan perbedaan kualitas produk, melainkan kelemahan strategi bisnis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal-eksternal yang memengaruhi daya saing, menentukan posisi strategis, dan merumuskan strategi bisnis prioritas menggunakan pendekatan Matriks SWOT dan QSPM. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang divalidasi menggunakan Korelasi Pearson dan Cronbach Alpha, serta penilaian lima expert judgment. Hasil menunjukkan total skor IFE sebesar 2,78 dengan kekuatan utama pada penggunaan benang emas asli (S1), dan skor EFE sebesar 2,18 mengindikasikan respons terhadap lingkungan eksternal yang belum optimal. Matriks IE menempatkan sanggar pada Sel V (Hold and Maintain), sedangkan Diagram SWOT pada Kuadran I (koordinat +1,648; +0,216) merekomendasikan strategi agresif. Dari 26 alternatif strategi SWOT, QSPM menetapkan tiga prioritas yaitu: (1) pembangunan brand positioning premium "Tapis Benang Emas Asli Lampung" (STAS 4,73); (2) ekspansi pasar digital melalui marketplace (STAS 4,09); dan (3) rekrutmen tim kreatif paruh waktu (STAS 4,00). Simulasi CBR strategi prioritas menghasilkan nilai 1,2 pada skenario pesimis dan 6 pada skenario optimis keduanya layak secara ekonomi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609180041
Keyword
Strategi Bisnis Kain Tapis Matriks IFE-EFE Matriks SWOT QSPM Cost Benefit Ratio