Isolasi dan Uji Bioaktivitas Metabolit Sekunder dari Bunga Kecombrang (Etlingera sp.) Terhadap Sel Kanker Serviks (HeLa)
Kanker merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang signifikan
dan ditandai dengan angka mortalitas yang terus meningkat. Salah satu
alternatif dalam pengembangan obat antikanker adalah pemanfaatan
senyawa bioaktif yang berasal dari tumbuhan herbal, salah satunya bunga
kecombrang (Etlingera sp.). Hasil uji fitokimia ekstrak metanol dan etil
asetat mengandung alkaloid, terpenoid, tanin, dan flavonoid, sedangkan
ekstrak n-heksana mengandung alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. Uji
aktivitas antioksidan ekstrak metanol dengan metode DPPH memiliki
nilai IC₅₀ sebesar 91,2967 ppm yang tergolong kuat, sedangkan ekstrak
etil asetat 126,5995 ppm dan n-heksana 127,7385 ppm. Fraksinasi
ekstrak metanol menggunakan metode kromatografi cair vakum,
kemudian dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan kromatografi
kolom gravitasi. Isolat F2.a hasil pemurnian diuji kemurniannya
menggunakan KLT dengan sistem tiga eluen dan penentuan titik leleh,
yang menghasilkan rentang titik leleh sebesar 202,8–204,7 °C. Uji
fitokimia menunjukkan hasil positif terhadap senyawa fenolik. Analisis
spektrofotometri UV-Vis menghasilkan panjang gelombang maksimum
(λmaks) sebesar 288 nm. Analisis spektroskopi FT-IR menunjukkan
adanya gugus O–H, C–H, C=O, C–O, dan sistem aromatik, dengan
puncak serapan pada 3381,78; 2922,46; 2853,56; 1716,73; 1663,62;
1459,79; 1375,11; 1270,32; 1159,80; 1050,71; 1034,92; dan 720,57
cm⁻¹. Berdasarkan karakteristik titik leleh, spektroskopi UV-Vis, dan FT-
IR, isolat F2.a disarankan sebagai senyawa pinocembrin. Uji aktivitas
sitotoksik terhadap sel HeLa menunjukkan bahwa isolat F2.a
dikategorikan cukup aktif (moderat) dengan nilai IC₅₀ sebesar 110,67
µg/mL.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609090021
Keyword
Etlingera sp. bunga kecombrang pinocembrin flavonoid FT-IR UV-Vis antioksidan sitotoksik