(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Studi Aerosol dari Hasil Pengamatan Koefisien Ekstingsi di Pugung Raharjo, Lampung Timur


Aerosol atmosfer merupakan salah satu komponen penting yang memengaruhi kualitas atmosfer melalui proses hamburan dan penyerapan radiasi. Selain berperan dalam sistem iklim, aerosol juga memengaruhi pengamatan astronomi karena menyebabkan pelemahan intensitas cahaya objek langit yang dikenal sebagai ekstingsi atmosfer. Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen-komponen utama ekstingsi atmosfer, yaitu hamburan Rayleigh, absorpsi ozon, dan hamburan aerosol, melalui proses dekomposisi data hasil pengamatan. Data yang digunakan berupa hasil pengamatan fotometri CCD terhadap bintang standar 58 Aquilae menggunakan filter B dengan panjang gelombang efektif sekitar 4400 Å di Pugung Raharjo, Lampung Timur. Koefisien ekstingsi total ditentukan melalui regresi linear antara magnitudo instrumental dan airmass pada rentang 1,05 < X < 1,60. Hasil regresi menghasilkan persamaan m = 0,556X + 3,281 dengan koefisien determinasi R² = 0,5056. Nilai gradien 0,556 mag/airmass menunjukkan besarnya pelemahan cahaya akibat atmosfer selama pengamatan. Dekomposisi ekstingsi dilakukan menggunakan pendekatan teoritis atmosfer optik pada rentang 3800–5000 Å. Hasil analisis menunjukkan bahwa hamburan Rayleigh merupakan komponen dominan pada panjang gelombang pendek, diikuti hamburan aerosol, sedangkan kontribusi absorpsi ozon relatif kecil.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609090012

Keyword
Fotometri Hamburan aerosol Absorpsi ozon Hamburan rayleigh Ekstingsi