Studi Aerosol dari Hasil Pengamatan Koefisien Ekstingsi di Pugung Raharjo, Lampung Timur
Aerosol atmosfer merupakan salah satu komponen penting yang
memengaruhi kualitas atmosfer melalui proses hamburan dan
penyerapan radiasi. Selain berperan dalam sistem iklim, aerosol juga
memengaruhi pengamatan astronomi karena menyebabkan pelemahan
intensitas cahaya objek langit yang dikenal sebagai ekstingsi atmosfer.
Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen-komponen utama
ekstingsi atmosfer, yaitu hamburan Rayleigh, absorpsi ozon, dan
hamburan aerosol, melalui proses dekomposisi data hasil pengamatan.
Data yang digunakan berupa hasil pengamatan fotometri CCD terhadap
bintang standar 58 Aquilae menggunakan filter B dengan panjang
gelombang efektif sekitar 4400 Å di Pugung Raharjo, Lampung Timur.
Koefisien ekstingsi total ditentukan melalui regresi linear antara
magnitudo instrumental dan airmass pada rentang 1,05 < X < 1,60.
Hasil regresi menghasilkan persamaan m = 0,556X + 3,281 dengan
koefisien determinasi R² = 0,5056. Nilai gradien 0,556 mag/airmass
menunjukkan besarnya pelemahan cahaya akibat atmosfer selama
pengamatan. Dekomposisi ekstingsi dilakukan menggunakan
pendekatan teoritis atmosfer optik pada rentang 3800–5000 Å. Hasil
analisis menunjukkan bahwa hamburan Rayleigh merupakan komponen dominan pada panjang gelombang pendek, diikuti hamburan
aerosol, sedangkan kontribusi absorpsi ozon relatif kecil.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609090012
Keyword
Fotometri Hamburan aerosol Absorpsi ozon Hamburan rayleigh Ekstingsi