Studi Aktivitas Hepatoprotektor Nanopartikel Katekin Terhadap Kadar Ast Dan Alt Pada Mencit Jantan (Galur Ddy) Yang Diinduksi Isoniazid Dan Rifampisin
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang terapinya menggunakan kombinasi isoniazid dan rifampisin, namun kedua obat tersebut berpotensi menyebabkan hepatotoksisitas yang ditandai dengan peningkatan kadar enzim AST dan ALT. Katekin merupakan senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi sebagai hepatoprotektor, tetapi bioavailabilitasnya yang rendah membatasi efektivitasnya sehingga dikembangkan dalam bentuk nanopartikel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas hepatoprotektor nanopartikel katekin terhadap kadar AST dan ALT. Nanopartikel katekin diformulasikan menggunakan metode polyelectrolyte complex (PEC) berbasis kitosan dan γ-PGA. Mencit dibagi menjadi enam kelompok, yaitu normal, kontrol negatif, kontrol positif (Curcuma Force®), katekin 3,2 mg/20 g BB, nanopartikel katekin 0,0294 mg/20 g BB, dan nanopartikel blank. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan nanopartikel katekin menurunkan kadar AST sebesar 67,73 persen dan ALT sebesar 86,28 persen dibandingkan kelompok negatif, serta memberikan efek yang tidak berbeda bermakna dengan katekin bebas maupun kontrol positif (p>0,05), meskipun pada dosis yang lebih rendah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi nanopartikel meningkatkan efisiensi penggunaan katekin sebagai hepatoprotektor terhadap kerusakan hati akibat induksi isoniazid dan rifampisin.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609060005
Keyword
Katekin Nanopartikel Hepatoprotektor AST ALT