Prarancangan Pabrik Asam Asetat dari Molasses Menggunakan Biosintesis Clostridium acetobutylicum dengan Kapasitas 15.000 Ton/Tahun
Asam asetat sebagai bahan kimia dasar yang berperan penting dalam industri pangan, farmasi, tekstil, dan kimia. Pabrik ini di rancang berkapasitas 15.000 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan asam asetat nasional dan mengurangi ketergantungan impor. Pabrik berlokasi di Kawasan Industri Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SiRIE), Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur, yang di pilih berdasarkan ketersediaan utilitas, akses transportasi, dan kedekatan dengan sumber bahan baku. Molasses sebagai bahan baku utama di pasok dari PT Kebon Agung, Malang, Jawa Timur. Bahan pendukung meliputi phosphate buffer dari Guangdong, Tiongkok, serta Clostridium acetobutylicum dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Produksi dilakukan melalui fermentasi anaerob dalam bioreaktor, kemudian produk dimurnikan menggunakan rotary vacuum drum filtration dan menara distilasi hingga di peroleh asam asetat berkadar 99,97%. Sistem utilitas meliputi penyediaan air dari Sungai Porong, pembangkit steam, listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), bahan bakar dari Pertamina Patra Niaga, pengolahan limbah cair dan gas. Evaluasi ekonomi menunjukkan proyek layak direalisasikan dengan Return on Investment (ROI) setelah pajak 48,4%, Internal Rate of Return (IRR) 24,14%, Net Present Value (NPV) Rp 947 milliar, Payback Period (PBP) 2,06 tahun, Break Even Point (BEP) 41%, dan Shut Down Point (SDP) 21%. Pabrik ini diharapkan mendukung pemanfaatan sumber daya lokal, mengurangi impor asam asetat, dan menjadi referensi pengembangan teknologi fermentasi di Indonesia.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608310028
Keyword
Asam asetat Biosintesis Clostridium acetobutylicum Fermentasi Molasses