(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS POLA RUANG BERBASIS KAWASAN BAHAYA LONGSOR (STUDI KASUS: KABUPATEN LAMPUNG BARAT)


Penelitian ini mengkaji kesesuaian Pola Ruang Kabupaten Lampung Barat terhadap ancaman longsor melalui pendekatan geospasial menggunakan lima parameter kerentanan curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, jenis batuan, dan tutupan lahan. Metode yang digunakan berupa skoring dan pembobotan yang mengacu pada pendugaan Puslittanak 2004, kemudian diolah menggunakan teknik overlay spasial dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa 52,93% wilayah Kabupaten Lampung Barat tergolong dalam kategori bahaya longsor tinggi dan 29,38% masuk kategori bahaya sangat tinggi, terutama di Kecamatan Batu Brak, Bandar Negeri Suoh, Batu Ketulis, dan Pagar Dewa yang memiliki topografi curam dan curah hujan tinggi. Evaluasi kesesuaian RTRW mengindikasikan bahwa 49,41% wilayah 104.088,12 ha berada pada zona tidak sesuai, di mana sebagian kawasan budidaya dan permukiman ternyata terletak di daerah bahaya tinggi hingga sangat tinggi. Temuan ini menyoroti ketidakselarasan antara rencana tata ruang yang berlaku dengan kondisi bahaya bencana aktual di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi dokumen RTRW, realokasi kawasan bahaya, serta peningkatan program mitigasi bencana yang bersifat struktural dan non-struktural. Dengan demikian, kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menyusun kebijakan tata ruang yang lebih aman, dan berkelanjutan di wilayah rentan bencana longsor.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608270004

Keyword
RTRW Longsor SIG Skoring Overlay