Fabrikasi Hidrogel Komposit Berbasis PVA/Alginat/CMC Sebagai Sistem Penghantar Hidrolisat untuk Aplikasi Wound Dressing.
Hidrogel berbasis PVA/alginat/CMC dikembangkan sebagai wound dressing
biodegradable yang mampu menyerap eksudat, menjaga kelembapan luka,
dan menghantarkan bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh
variasi komposisi PVA/alginat/CMC terhadap karakteristik fisikokimia,
mekanik, biodegradasi, pelepasan hidrolisat rumput laut, dan aktivitas
antibakteri. Hidrogel difabrikasi menggunakan metode freeze–thaw dan
crosslinking asam sitrat. Hasil FTIR menunjukkan puncak khas pada 3295
cm⁻¹ (-OH), 1724 cm⁻¹ (C=O ester), 1389 cm⁻¹ (-COO⁻), dan 1090 cm⁻¹ (C-
O-C), yang mengonfirmasi terbentuknya ikatan hidrogen dan ester.
Peningkatan CMC menghasilkan morfologi lebih rapat dengan porositas PAC
sebesar 9,304–11,511 persen. Secara mekanik, hidrogel memiliki tensile
strength 7,08–10,25 MPa, modulus Young 0,0838–0,3516 GPa, dan
elongation at break 223,97–468,33 persen. Swelling PAC berada pada
215,63–358,91 persen di aquades dan 221,94–295,71 persen di PBS. Hidrogel
mengalami biodegradasi bertahap dengan kehilangan massa 96–99 persen
pada media cair dan hampir terdegradasi seluruhnya di tanah dalam 5–7 hari.
Pelepasan hidrolisat berlangsung rendah dan terkendali, yaitu 0,089–0,118
ppm dengan persentase rilis 6,7–11,8 persen. Zona hambat lebih besar
terhadap Staphylococcus aureus sekitar 21–23 mm dibandingkan Escherichia
coli sekitar 12–15 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrogel
PVA/alginat/CMC berpotensi sebagai wound dressing biodegradable dengan
kemampuan absorpsi cairan, pelepasan bioaktif bertahap, dan aktivitas
antibakteri.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608040011
Keyword
PVA, alginat, CMC, freeze-thaw, hidrogel komposit