Analisis Jejak Air pada Produksi Tapioka di CV. Tapioka Bangun Makmur Kabupaten Lampung Tengah
CV. Tapioka Bangun Makmur di Kabupaten Lampung Tengah memproduksi tapioka dengan kapasitas pengolahan singkong sebesar 23 ton/jam. Proses produksi tapioka tersebut membutuhkan air dalam jumlah besar sehingga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan akibat konsumsi dan pencemaran air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan air menggunakan metode jejak air (water footprint), menganalisis dampak lingkungan, serta menyusun alternatif strategi perbaikan. Analisis dilakukan dengan menghitung volume air, jejak air biru (air permukaan atau air sumur), jejak air abu-abu (volume air yang dibutuhkan untuk mencairkan kontaminan limbah), dan total jejak air pada batasan sistem gate-to-gate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai jejak air biru (blue water footprint) sebesar 128.838 L/jam dan jejak air abu-abu (grey water footprint) sebesar 14.155,56 L/jam, sehingga total jejak air mencapai 142.993,56 L/jam. Hasil analisis dampak lingkungan yang potensial menunjukkan bahwa konsumsi dan pencemaran air selama proses produksi memberikan kontribusi terhadap dampak lingkungan yang dianalisis. Alternatif perbaikan yang diusulkan adalah memanfaatkan kembali air hasil pencucian untuk proses pencucian singkong atau ekstraksi sehingga penggunaan air bersih dan dampak lingkungan dapat dikurangi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607290010
Keyword
Gate-to-gate Industri Tepung Tapioka Jejak Air Biru Jejak Air Abu-abu Jejak Air Singkong