Variasi Durasi Electrospinning guna Mengoptimasikan Serat Nano Selulosa Asetat Konsentrasi Rendah untuk Meningkatkan Propeties High Pressure Laminate Berbasis Kraft Virgin
High Pressure Laminate (HPL) merupakan material komposit yang
digunakan pada industri furnitur dan konstruksi, memiliki stabilitas
dimensi serta ketahanan mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengoptimasi durasi electrospinning nanofiber selulosa asetat
berkonsentrasi rendah sebagai penguat interlayer HPL berbasis resin
phenol formaldehyde (PF). Karakterisasi morfologi serat dilakukan
menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Larutan CA
berkonsentrasi 7,5% wt/v menghasilkan morfologi nanofiber terbaik
pada durasi electrospinning 8 dan 12 jam, dengan diameter rata-rata
102–111 nm. Selama proses hot press, terdapat interaksi keberlimpahan
gugus pada selulosa asetat dengan gugus resin phenol formaldehyde.
Interaksi akan meningkatkan adhesi antarmuka, transfer beban, dan
mechanical interlocking antara nanofiber selulosa asetat dengan
matriks resin PF. Hasil pengujian tensile dan bending test menunjukkan
peningkatan sifat mekanik signifikan dibandingkan HPL tanpa penguat.
Nilai tensile strength dan flexural strength meningkat dari 36,20 MPa
dan 69,35 MPa pada sampel kontrol menjadi 53,10 MPa dan 139,23
MPa. Nilai flexural modulus tertinggi, yaitu 97,41 GPa, diperoleh pada
sampel dengan durasi electrospinning 8 jam. Flexural strain 1,25%
paling ideal pada HPL. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel
HPL-CA 8 jam electrospinning memiliki kombinasi terbaik antara
kekuatan lentur, kekakuan, kekuatan tarik, dan kualitas dari adhesi
antarmuka.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607220004
Keyword
Electrospinning HPL Flexural Strength Tensile Strength FTIR