PERENCANAAN POLA OPERASI LRT (LIGHT RAIL TRANSIT) BANDAR LAMPUNG SEBAGAI TRANSPORTASI MASSAL PERKOTAAN
Pertumbuhan penduduk Kota Bandar Lampung yang mencapai 1.233.000 jiwa pada tahun 2024 disertai dominasi kendaraan pribadi menimbulkan kemacetan yang kompleks, sehingga diperlukan transportasi massal berupa Light Rail Transit (LRT). Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi permintaan penumpang, merencanakan trase LRT, serta menyusun pola operasi dan jadwal perjalanan LRT di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan meliputi PLS-SEM untuk analisis permintaan penumpang, SAW untuk pemilihan trase optimal berdasarkan aspek teknis, tata ruang, integrasi-demand, serta lingkungan-keselamatan, dan peramalan penumpang berbasis Station Catchment Area (radius 400 m). Hasil penelitian menunjukkan Trase 1 sepanjang ±17,11 km terpilih sebagai trase optimal, menghubungkan ITERA-Kedaton-Hajimena-Tanjung Karang-Adipura melalui Green Line dan Blue Line dengan interchange di Stasiun Kedaton. Permintaan penumpang diproyeksikan sebesar 11.973 penumpang/hari pada tahap awal dan meningkat menjadi 15.695 penumpang/hari pada tahun kelima. Pola operasi dirancang dengan headway 30 menit, running time 17 menit (Green Line) dan 13 menit (Blue Line), waktu tempuh end-to-end 52 dan 53 menit, operasional pukul 05.00-22.00 WIB dengan 34 trip per arah per hari menggunakan sarana 3 kereta berkapasitas 379 penumpang per rangkaian.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250059
Keyword
Light Rail Transit Pola Operasi PLS-SEM Simple Additive Weighting GAPEKA Bandar Lampung