Analisis Hubungan Faktor-faktor Fermentasi Terhadap Senyawa Volatil Biji Kakao (Theobroma Cacao L.)
Fermentasi kakao merupakan proses pascapanen yang memengaruhi
rasa, aroma, dan kualitas biji kakao. Penelitian ini menganalisis
pengaruh varietas, hibrida dan kondisi fermentasi terhadap senyawa
volatil menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder
dengan response surface methodology (RSM) melalui pemrograman
Pyton. Variabel yang diamati meliputi lama fermentasi, suhu biji kakao,
pH biji kakao, jenis fermentasi, serta varietas dan hibrida kakao yang
diperoleh dari data sekunder artikel penelitian. Hasil analisis
menunjukkan bahwa sebagian besar variabel tidak memberikan
pengaruh signifikan terhadap pembentukan senyawa asetaldehida, 2-
metilpropanal, 2,3-butanediol, etil asetat, dan etil oktanoat (p-value >
0,05). Namun, senyawa asetofenon menunjukan adanya pengaruh
signifikan (p-value < 0,05) dengan nilai R2 0,895 dari faktor lama
fermentasi, lama fermentasi kudratik, jenis fermentasi spontan, varietas
dan hibrida kakao. Hubungan lama fermentasi terhadap asetofenon
menunjukkan pola kuadratik dengan titik optimum respon 85,05 jam
fermentasi. Varietas criollo menghasilkan asetofenon lebih tinggi
dibandingkan hibrida FA13, PH16, PS1030, dan PS1319. Fermentasi
spontan menghasilkan asetofenon lebih rendah dibanding fermentasi
dengan Cladosporium cladosporioides. Hasil penelitian menunjukan
bahwa pembentukan senyawa volatil selama fermentasi kakao
merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi berbagai
faktor.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240207
Keyword
Biji kakao Senyawa Volatil Fermentasi kakao RSM