(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PENGARUH EFEK AGING PADA PLASMA ACTIVATED LIQUID (PAL) DALAM FABRIKASI HIDROGEL UNTUK APLIKASI WOUND DRESSING PADA REGENERASI KULIT


Luka kulit kronis menjadi tantangan klinis karena proses penyembuhan yang lambat, risiko infeksi tinggi, serta keterbatasan terapi konvensional dalam mendukung regenerasi jaringan. Penelitian ini menganalisis pengaruh efek aging pada Plasma Activated Liquid (PAL) terhadap karakteristik hidrogel gelatin sebagai kandidat wound dressing. PAL disintesis menggunakan metode discharge in liquid pada tiga media, yaitu distilled water, tap water, dan deionized water, kemudian disimpan selama 0–7 hari. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa aktivasi plasma mengubah pH dan ORP, yaitu distilled PAL dari pH 6,12 menjadi 5,53 dengan ORP 291 menjadi 364 mV, tap PAL dari pH 6,38 menjadi 6,90 dengan ORP 280 menjadi 218 mV, serta deionized PAL dari pH 7,13 menjadi 5,51 dengan ORP 277 menjadi 373 mV. Hidrogel yang difabrikasi menggunakan bovine gelatin dan marine gelatin menunjukkan nilai water contact angle sekitar 50°–85°. Uji tarik menunjukkan ultimate stress tertinggi pada Bovine 4 Days Aging sebesar 24,00 ± 2,10 MPa dan terendah pada Bovine Untreat sebesar 3,85 ± 0,17 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa aging PAL memengaruhi stabilitas fisikokimia PAL serta sifat mekanik, keterbasahan, dan morfologi hidrogel untuk aplikasi wound dressing.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240077

Keyword
Aging Gelatin Hydrogel Plasma Wound Healing