PENGARUH EFEK AGING PADA PLASMA ACTIVATED LIQUID (PAL) DALAM FABRIKASI HIDROGEL UNTUK APLIKASI WOUND DRESSING PADA REGENERASI KULIT
Luka kulit kronis menjadi tantangan klinis karena proses penyembuhan
yang lambat, risiko infeksi tinggi, serta keterbatasan terapi
konvensional dalam mendukung regenerasi jaringan. Penelitian ini
menganalisis pengaruh efek aging pada Plasma Activated Liquid (PAL)
terhadap karakteristik hidrogel gelatin sebagai kandidat wound
dressing. PAL disintesis menggunakan metode discharge in liquid pada
tiga media, yaitu distilled water, tap water, dan deionized water,
kemudian disimpan selama 0–7 hari. Hasil karakterisasi menunjukkan
bahwa aktivasi plasma mengubah pH dan ORP, yaitu distilled PAL dari
pH 6,12 menjadi 5,53 dengan ORP 291 menjadi 364 mV, tap PAL dari
pH 6,38 menjadi 6,90 dengan ORP 280 menjadi 218 mV, serta
deionized PAL dari pH 7,13 menjadi 5,51 dengan ORP 277 menjadi 373
mV. Hidrogel yang difabrikasi menggunakan bovine gelatin dan
marine gelatin menunjukkan nilai water contact angle sekitar 50°–85°.
Uji tarik menunjukkan ultimate stress tertinggi pada Bovine 4 Days
Aging sebesar 24,00 ± 2,10 MPa dan terendah pada Bovine Untreat
sebesar 3,85 ± 0,17 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa aging PAL
memengaruhi stabilitas fisikokimia PAL serta sifat mekanik,
keterbasahan, dan morfologi hidrogel untuk aplikasi wound dressing.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240077
Keyword
Aging Gelatin Hydrogel Plasma Wound Healing