Perbandingan Kinerja XGBoost dan TabNet untuk Klasifikasi Diabetes Dini berdasarkan Faktor Risiko Kesehatan dengan Explainable AI
Penyakit diabetes merupakan salah satu tantangan kesehatan global
dengan tingginya angka kasus yang tidak terdiagnosis. Penelitian ini
bertujuan membangun model klasifikasi dini penyakit diabetes
menggunakan algoritma XGBoost dan TabNet, serta membandingkan
performa keduanya sebagai model yang baik untuk data tabular, dan
menerapkan teknik Explainable AI (SHAP) pada model terbaik. Dataset
sekunder yang digunakan berasal dari Centers for Disease Control and
Prevention (CDC) Behavioral Risk Factor Surveillance System
(BRFSS) tahun 2015 yang terdiri dari 253.680 sampel pengamatan.
Tahapan penelitian meliputi Exploratory Data Analysis, prapemrosesan yang terdiri dari penghapusan duplikasi data, pembagian
rasio data 70:15:15, standardisasi Z-Score, dan Random Oversampling
digunakan pada data latih untuk menangani ketidakseimbangan kelas.
Kedua model kemudian dilatih dan dioptimalkan melalui
hyperparameter tuning menggunakan Bayesian Optimization, yang
dilanjutkan dengan tahapan evaluasi dan interpretasi hasil. Pada
perbandingan dengan TabNet, XGBoost unggul dengan ROC-AUC
0,8172, recall 0,7886, akurasi 0,7081, presisi 0,3173, F1-Score 0,4525,
dan waktu komputasi 1,34 detik. Analisis SHAP pada XGBoost
menunjukkan bahwa status kesehatan umum, tekanan darah tinggi,
usia, Indeks Massa Tubuh (BMI), dan kolesterol tinggi merupakan lima
fitur yang paling berkontribusi terhadap klasifikasi. Disimpulkan
bahwa XGBoost adalah algoritma paling optimal dan efisien untuk
klasifikasi dini diabetes, serta integrasi SHAP memberikan interpretasi
transparan terhadap keputusan model sebagai informasi pendukung
skrining.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606190057
Keyword
XGBoost TabNet Klasifikasi Dini Diabetes Random Oversampling Explainable AI