ANALISIS PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NATRIUM HIPOKLORIT DALAM PROSES EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI SELULOSA DARI DAUN PISANG KEPOK
Daun pisang kepok merupakan limbah lignoselulosa yang berpotensi
dimanfaatkan sebagai sumber selulosa untuk aplikasi biomaterial. Penelitian
ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi natrium hipoklorit
(NaOCl) terhadap rendemen dan karakteristik selulosa hasil ekstraksi daun
pisang kepok. Proses ekstraksi meliputi perlakuan asam menggunakan asam
sulfat (H₂SO₄) 3,53% pada suhu 90 °C, delignifikasi dengan larutan natrium
hidroksida (NaOH) 10%, serta proses pemutihan (bleaching) menggunakan
NaOCl dengan variasi konsentrasi 2,02%; 4,99%; 7,00%; dan 10,00%.
Selulosa yang diperoleh dianalisis berdasarkan rendemen dan dikarakterisasi
menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk
mengidentifikasi gugus fungsi penyusunnya. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa variasi konsentrasi NaOCl berpengaruh signifikan terhadap rendemen
selulosa, dengan konsentrasi 10,00% menghasilkan rendemen tertinggi sebesar
30,91%. Spektrum FTIR menunjukkan pita serapan khas selulosa, meliputi
gugus hidroksil (–OH) pada 3358 cm⁻¹, regangan C–H alifatik pada 2916 cm⁻¹,
gugus C–O–C glikosidik pada 1158 cm⁻¹, regangan C–O pada 1057 cm⁻¹, serta
pita ikatan β-1,4-glikosidik pada sekitar 895 cm⁻¹. Tidak terdeteksinya puncak
aromatik lignin pada kisaran 1500–1600 cm⁻¹ dan gugus karbonil hemiselulosa
di sekitar 1730 cm⁻¹ menunjukkan bahwa proses delignifikasi dan bleaching
efektif meningkatkan kemurnian selulosa. Kejelasan pita β-1,4-glikosidik
mengindikasikan bahwa struktur utama selulosa tetap terjaga tanpa degradasi
signifikan selama proses ekstraksi. Hasil penelitian membuktikan bahwa daun
pisang kepok berpotensi sebagai sumber selulosa alternatif, dengan kondisi
bleaching optimum pada konsentrasi NaOCl 10,00%, yang menghasilkan
rendemen tertinggi dan karakteristik struktur selulosa sesuai literatur.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606180043
Keyword
daun pisang kepok natrium hipoklorit selulosa ekstraksi FTIR