(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Uji In Vitro Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Kulit Batang Acacia sp. pada Variasi Pelarut (n-heksana, Etil Asetat, Metanol)


View/Open

Author
Lia, Dewi Retnasari

Date Published
17 Jun 2026

Advisor
Dr. Hawa Purnama Celala Ary Cane, S.Si.,
Indarto, S.Si., M.Sc.,

Subject
Kimia

Publisher


Paparan sinar UV berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan kulit, seperti eritema, sehingga diperlukan upaya perlindungan melalui penggunaan tabir surya. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bahan alam fotoprotektif dari genus Acacia dari famili fabaceae yang kaya akan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang berstruktur kromofor, karakteristik gugus fungsi, serta nilai SPF sebagai bahan aktif tabir surya alami. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan variasi pelarut, skrining fitokimia, skrining KLT, karakterisasi FTIR dan uji nilai SPF. Ekstraksi memberikan persentase rendemen ekstrak masing-masing (b/b) ekstrak kulit batang Acacia sp., 43,5% ekstrak n-heksana, 42,9% ekstrak etil asetat, dan 27,5% ekstrak metanol. Skrining fitokimia, diduga mengandung flavonoid, fenolik dan terpenoid pada seluruh fraksi pelarut. Sementara itu, alkaloid dan saponin hanya teridentifikasi pada ekstrak pelarut yang lebih polar (etil asetat dan metanol). Analisis KLT dibawah lampu UV 366 nm, menunjukkan pendaran noda berwarna biru dan hijau pada berbagai nilai Rf. Spektrum FTIR menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dan metanol terdapat serapan pada panjang gelombang 3500 cm-1 yang mengindikasikan adanya vibrasi N-H stretching dari senyawa yang diduga alkaloid dan flavonoid, yang ditandai dengan serapan lebar O-H stretching pada rentang (3400 cm-1), C=C aromatik (1600 cm-1), dan C=O karbonil (1716 cm-1). Sedangkan ekstrak n-heksana didominasi oleh vibrasi C-H stretching dari senyawa non-polar diduga terpenoid pada (2918-2850 cm-1). Ketiga ekstrak memiliki proteksi kategori ultra (SPF>15), dengan nilai tertinggi pada ekstrak metanol (46,67 ± 1,82) diikuti etil asetat (44,03 ± 2,41), dan n-heksana (26,61 ± 1,69). Ekstrak etil asetat dan metanol mampu memberikan %blokade UV hingga 98 persen dengan durasi perlindungan stabil mencapai lebih dari 7 jam.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606160058

Keyword
Acacia sp. Fitokimia KLT FTIR SPF