Revitalisasi Kawasan Bersejarah eks Kawedanaan di Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dengan Pendekatan Community Based Design
Kawasan eks Kawedanaan di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten merupakan kawasan bersejarah seluas ±4,21 hektar yang memiliki nilai penting bagi perkembangan sosial dan budaya masyarakat, meliputi bangunan eks Kawedanaan, Gedung Panjang, Alun-alun Menes, serta Tangsi. Kurangnya ruang terbuka publik di Kecamatan Menes menyebabkan kawasan ini mengalami penurunan fungsi sebagai objek diduga cagar budaya sehingga kawasan ini menjadi ruang yang memiliki multifungsi oleh masyarakat dan beberapa kelompok atau komunitas. Akibat kurangnya partisipasi masyarakat dan kurangnya fasilitas pendukung, kawasan ini berpotensi kehilangan identitas kultural. Meskipun bernilai historis tinggi, hingga saat ini belum ada penelitian terdahulu yang secara spesifik mengkaji tata ruang lanskap maupun narasi sejarah di dalam area tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan revitalisasi lanskap kawasan eks Kawedanaan dengan mengintegrasikan pendekatan Community Based Design (CBD) untuk menghidupkan kembali nilai sejarah dan memperkuat identitas budaya dengan menyesuaikan fungsi baru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui survei lapangan, wawancara, dan studi literatur, serta tahapan perancangan lanskap yang dimodifikasi dari LaGro (2008) meliputi inventarisasi, analisis dan sintesis, hingga perumusan konsep dan perancangan desain. Luaran penelitian berupa konsep desain, yang dilengkapi visualisasi tiga dimensi desain untuk meningkatkan kualitas fisik lanskap dan penguatan identitas kawasan bersejarah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605130029
Keyword
community based design Eks kawedanaan Kawasan bersejarah Lanskap Partisipasi masyarakat Revitalisasi