PEMANFAATAN LIMBAH BUAH KULIT NANAS JERUK NIPIS DAN H₂SO₄ SEBAGAI ELEKTROLIT PADA BATERAI LEAD-ACID BEKAS
Baterai lead-acid merupakan salah satu jenis baterai sekunder yang masih banyak digunakan karena memiliki kemampuan dalam menyimpan dan menyalurkan energi listrik. Pada baterai lead-acid, larutan H₂SO₄ berperan sebagai elektrolit dalam mendukung proses perpindahan ion selama pengisian dan pelepasan energi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah kulit nanas dan kulit jeruk nipis yang dicampurkan dengan H₂SO₄ terhadap karakteristik elektrolit dan kinerja baterai lead-acid. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan tiga variasi elektrolit, yaitu H₂SO₄ 50 persen dengan kulit nanas 50 persen, H₂SO₄ 50 persen dengan kulit jeruk nipis 50 persen, serta H₂SO₄ 50 persen dengan campuran kulit nanas dan kulit jeruk nipis masing-masing 25 persen. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan pH dan konduktivitas serta pengujian charge-discharge untuk mengetahui tegangan, arus, waktu discharge, dan kapasitas baterai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah pencampuran, nilai pH elektrolit pada variasi nanas, jeruk, dan campuran berturut-turut sebesar 0,38; 0,29; dan 0,44. Nilai konduktivitas setelah pencampuran masing-masing sebesar 443, 435, dan 412 µS/cm. Pada pengujian discharge dengan arus 1 A, variasi jeruk menghasilkan waktu pelepasan energi paling lama, yaitu 3,34 jam dengan kapasitas sebesar 3,34 Ah. Variasi nanas menghasilkan waktu discharge 2,29 jam dengan kapasitas 2,29 Ah, sedangkan campuran menghasilkan 2,30 jam dengan kapasitas 2,30 Ah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perbedaan komposisi elektrolit memengaruhi karakteristik kimia dan kinerja baterai.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2611050002
Keyword
Elektrolit H₂SO₄ Limbah buah Lead Acid