IDENTIFIKASI DAN ANALISIS SPASIAL WILAYAH TERDAMPAK BANJIR DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI (Studi Kasus: Hulu Kemiling dan Hilir Teluk Betung, Bandar Lampung)
Wilayah sepanjang aliran Sungai Way Garuntang dari Hulu Kemiling
hingga Hilir Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, rawan banjir saat
curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
karakteristik fisik sungai, menggambarkan riwayat banjir tahun 2026
dengan peta bahaya InaRISK sebagai data pendukung, dan
menganalisis simulasi genangan pada muka air 2,5 m dan 5 m. Data
primer diperoleh dari tracking GNSS RTK, pengukuran kondisi sungai,
dan wawancara. Data sekunder berupa Digital Elevation Model (DEM)
hasil foto udara drone, data bangunan, peta InaRISK, dan batas
administrasi. Analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG)
memakai simulasi genangan berbasis elevasi pada muka air tetap,
bukan model hidraulik. Tracking menghasilkan jalur sungai 52,429 km
(kedua tepi) dengan panjang garis tengah 25,97 km. Lebar median
sungai 5,3–7,3 m dan kedalaman median 0,20–0,59 m pada tujuh
kecamatan. Wawancara sembilan responden melaporkan tinggi
genangan lebih dari 1 m hingga lebih dari 4 m selama 1–5 jam,
sedangkan peta InaRISK menunjukkan bahaya kelas Rendah 545,08 ha,
Sedang 166,91 ha, dan Tinggi 0,50 ha. Simulasi 2,5 m menggenangi
242,10 ha dengan 3.359 bangunan terdampak (3,17%), sedangkan
simulasi 5 m menggenangi 364,11 ha dengan 5.715 bangunan (5,39%),
tertinggi di Kedamaia (11,33% pada 5 m). Pada koridor su gai (≤ 500
m), simulasi mencakup 66,1
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2611030004
Keyword
Banjir Analisis Spasial Simulasi Banjir Sempadan Sungai Sungai Way Garuntang