(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS SPASIAL WILAYAH TERDAMPAK BANJIR DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI (Studi Kasus: Hulu Kemiling dan Hilir Teluk Betung, Bandar Lampung)


Wilayah sepanjang aliran Sungai Way Garuntang dari Hulu Kemiling hingga Hilir Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, rawan banjir saat curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik fisik sungai, menggambarkan riwayat banjir tahun 2026 dengan peta bahaya InaRISK sebagai data pendukung, dan menganalisis simulasi genangan pada muka air 2,5 m dan 5 m. Data primer diperoleh dari tracking GNSS RTK, pengukuran kondisi sungai, dan wawancara. Data sekunder berupa Digital Elevation Model (DEM) hasil foto udara drone, data bangunan, peta InaRISK, dan batas administrasi. Analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG) memakai simulasi genangan berbasis elevasi pada muka air tetap, bukan model hidraulik. Tracking menghasilkan jalur sungai 52,429 km (kedua tepi) dengan panjang garis tengah 25,97 km. Lebar median sungai 5,3–7,3 m dan kedalaman median 0,20–0,59 m pada tujuh kecamatan. Wawancara sembilan responden melaporkan tinggi genangan lebih dari 1 m hingga lebih dari 4 m selama 1–5 jam, sedangkan peta InaRISK menunjukkan bahaya kelas Rendah 545,08 ha, Sedang 166,91 ha, dan Tinggi 0,50 ha. Simulasi 2,5 m menggenangi 242,10 ha dengan 3.359 bangunan terdampak (3,17%), sedangkan simulasi 5 m menggenangi 364,11 ha dengan 5.715 bangunan (5,39%), tertinggi di Kedamaia (11,33% pada 5 m). Pada koridor su gai (≤ 500 m), simulasi mencakup 66,1

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2611030004

Keyword
Banjir Analisis Spasial Simulasi Banjir Sempadan Sungai Sungai Way Garuntang