MODEL GEOPROCESSING UNTUK OTOMATISASI PEMROSESAN PETA BAHAYA BENCANA BANJIR DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Bencana alam merupakan peristiwa yang diakibatkan oleh proses
alam, salah satunya adalah bencana banjir. Banjir sering terjadi di
Indonesia salah satunya di Kabupaten Lampung Barat. Wilayah ini
memiliki curah hujan yang tinggi sehingga dapat berpotensi banjir.
Pemetaan bahaya bencana banjir dibutuhkan untuk langkah mitigasi
bencana di Kabupaten Lampung Barat.
Penelitian ini mengembangkan model geoprocessing otomatis
berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan
model builder dalam pemrosesan peta bahaya banjir di Kabupaten
Lampung Barat. Tahapan dari proses ini mengacu pada Modul Teknis
Penyususnan Kajian Risiko Bencana Banjir dari BNPB (2019).
Pemrosesan peta ini dibangun dengan model builder guna
mengintegrasikan seluruh tahapan analisi spasial, mulai dari
pemrosesan data FABDEM (fill, flow direction, flow accumulation),
perhitungan Geomorphic Flood Index (GFI), hingga klasifikasi kelas
bahaya banjir.
Otomatisasi pemrosesan peta dengan menggunakan model
builder pada analisis bahaya banjir di Kabupaten Lampung Barat dapat
mengurangi waktu pemrosesan dari 469,9 detik dengan metode
konvensional menjadi 11,2 detik. Pemrosesan secara otomatisasi dapat
mengefisiensi waktu sebesar 97,62%. Selain mampu mengefisiensi
waktu pemrosesan, otomatisasi berbasis model builder dapat
mengurangi kesalahan dalam pemrosesan, menjaga konsistensi dalam
pemetaan, dan dapat diaplikasikan secara berulang pada wilayah yang
berbeda guna membantu upaya mitigasi bencana yang lebih efektif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610290003
Keyword
Banjir Otomatisasi Model Geoprocessing Model Builder