Tren Persebaran Banjir Setiap Kabupaten Di Pulau Sumatra
Penelitian ini menganalisis tren persebaran spasial-temporal kejadian banjir di Pulau Sumatra periode 2014-2024, menguji signifikansi statistikanya, serta membandingkan pencatatan data media daring dengan data resmi DIBI-BNPB. Metode yang digunakan meliputi Regresi Linear Sederhana, Uji-t student (df =9, α=0,05,t_tabel=2,2622), analisis R^2, dan geovisualization SIG berbasis Tableau.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh provinsi mengalami tren peningkatan frekuensi banjir (b>0), di mana 9 dari 10 provinsi terbukti signifikan secara statistik (p < 0,05). Laju kenaikan tertinggi dicatat oleh Sumatera Utara (b = +7,88; p =0,0007) dan Aceh (b = +6,88; p =0,0358). Sumatera Selatan memiliki kestabilan regresi linear tertinggi (R^2 = 7,87; p =0,0003), sedangkan Kepulauan Bangka Belitung tergolong tidak signifikan (b = +0,90; p = 0,0501≥ 0,05). Akumulasi banjir terbesar berada di Aceh (782 kejadian), Sumatera Utara (612 kejadian), dan Sumatera Barat (450 kejadian), dengan hotspot utama di Kabupaten Aceh Tengah (79), Aceh Selatan (75), dan Langkat (66). Komparasi mencatat 3.334 kejadian pada media daring dan 3.373 kejadian pada DIBI-BNPB (selisih 39 kejadian). Media daring memiliki keunggulan merekam kejadian hingga tingkat lokal, sedangkan DIBI-BNPB berfokus pada status darurat resmi, di mana keduanya konsisten secara hirarki kerawanan dan bersifat komplementer.
Kata Kunci: Banjir, Pulau Sumatra, Regresi Linear, Uji-t, SIG.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610270016
Keyword
Banjir Pulau Sumatra Regresi Linear Uji-t SIG