Sistem persinyalan mekanik di lintas Stasiun Tanjung Karang - Stasiun Labuhan Ratu saat ini kurang optimal dan hampir mencapai titik jenuh kapasitas operasional yaitu 62 dari 70 kereta/hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji elektrifikasi persinyalan menggunakan sistem Computer-Based Interlocking LRS SIL02. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif-kualitatif, evaluasi kapasitas lintas dihitung dengan persamaan Scott, dan tata letak dirancang sesuai PM 44 Tahun 2018. Hasilnya, elektrifikasi ini mampu meningkatkan kapasitas operasional dari 70 menjadi 114 kereta per hari. Kesimpulannya, penerapan LRS SIL02 beserta penyesuaian tata letaknya terbukti efektif meningkatkan kapasitas, efisiensi, dan keselamatan perjalanan kereta api.