Respons Pertumbuhan dan Fisiologis Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) terhadap Pemberian Kalium pada Cekaman Kekeringan ( Solanum lycopersicum )
Tomat merupakan komoditas unggulan hortikultura yang bernilai ekonomis di Indonesia. Salah satu tantangan dalam budidaya tomat adalah cekaman kekeringan. Kalium berperan dalam peningkatan ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan respons pertumbuhan dan fisiologis tanaman tomat (Solanum lycopersicum) terhadap pemberian kalium serta menganalisis konsentrasi kalium paling efektif dalam meningkatkan toleransi tanaman tomat (Solanum lycopersicum) pada cekaman kekeringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 2 faktor yang terdiri dari konsentrasi kalium (0 g/polybag, 6 g/polybag, 8 g/polybag, 12 g/polybag) dan cekaman kekeringan (100% KL, 50% KL, dan 25% KL). Parameter yang diamati yaitu parameter pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun) dan parameter fisiologis (KAR, ISM, kadar klorofil, dan kadar prolin). Data dianalisis dengan ANAVA, jika menunjukkan pengaruh antar perlakuan, dilanjutkan uji Duncan’s Multi Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Pemupukan kalium meningkatkan parameter pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun) tanaman tomat (Solanum lycopersicum) secara signifikan pada cekaman kekeringan, namun belum mampu meningkatkan parameter fisiologis (KAR, kadar klorofil, ISM, dan kadar prolin). Kalium 12 g/polybag berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman tomat (Solanum lycopersicum) pada KL 25%. Pupuk kalium konsentrasi 6 g/polybag pada KL 50
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610270003
Keyword
Cekaman kekeringan, kalium, respons fisiologis, re