PENGARUH APLIKASI BIOHERBISIDA BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) PADA GULMA BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.)
Babadotan (Ageratum conyzoides L.) berpotensi sebagai bioherbisida karena mengandung senyawa alelopati yang mampu menghambat pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak daun babadotan terhadap pertumbuhan bayam duri, serta menentukan konsentrasi yang efektif. Penelitian dilakukan melalui dua metode. Metode in vitro menggunakan konsentrasi ekstrak 0%, 15%, 30%, dan 45% pada lama maserasi 24 dan 48 jam. Parameter yang diamati meliputi persentase perkecambahan, tinggi batang, dan panjang akar. Pada metode in vivo menggunakan hasil maserasi terbaik dari uji in vitro pada konsentrasi 0%, 15%, 30%, dan 45%, serta penambahan kontrol positif 2,4-D sebagai pembanding efektivitas. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi batang, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 45% pada maserasi 24 jam memiliki efektivitas penghambatan tertinggi pada uji in vitro, sedangkan konsentrasi 30% pada uji in vivo memberikan penghambatan terbaik dengan respons mendekati kontrol positif 2,4-D.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610260036
Keyword
Daun babadotan bioherbisida bayam duri