ANALISIS KEKUATAN ATAP KOMPOSIT BERBASIS RESIN POLIESTER YANG DIPERKUAT SERAT AMPAS TEBU DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
Atap komposit berbasis resin poliester dengan penguat serat alam dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah pertanian. Ampas tebu bersifat ringan dan berpori, sedangkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki serat yang lebih kaku sehingga keduanya berpotensi dikombinasikan sebagai penguat. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik atap komposit berbasis resin poliester yang diperkuat serat ampas tebu dan TKKS serta membandingkan karakteristiknya pada variasi rasio kedua serat. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (ampas tebu 30 persen dan TKKS 10 persen), P2 (20 persen dan 20 persen) dan P3 (10 persen dan 30 persen) dengan resin poliester 48 persen, aerosil 2 persen dan talc 10 persen yang dibuat tetap. Setiap perlakuan diulang tiga kali menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dan data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji BNT pada taraf nyata 5 persen. Hasil menunjukkan densitas 1,04–1,09 g/cm³, daya serap air 2,64–3,57 persen, pengembangan tebal 1,11–1,31 persen, MOR 37,09–46,91 MPa dan MOE 3,58–4,32 GPa. Perbedaan nyata antar perlakuan hanya terjadi pada MOR dan MOE sedangkan densitas, daya serap air dan pengembangan tebal tidak berbeda nyata. P3 menghasilkan MOR dan MOE tertinggi sehingga ditetapkan sebagai perlakuan terbaik. Seluruh perlakuan memenuhi SNI 8154:2015 pada parameter yang dipersyaratkan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610260029
Keyword
ampas tebu atap komposit resin poliester serat alam TKKS