Pengaruh Karakteristik Limbah Cair Tapioka dan Rasio Pengenceran Terhadap Kemampuan Chlorella vulgaris Dalam Bioremediasi dan Produksi Biomassa
Limbah cair tapioka (LCT) mengandung beban polutan organik dan
nutrien yang tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan
perairan apabila tidak diolah secara optimal. Salah satu upaya
pengolahan yang telah diterapkan adalah proses anaerobik melalui
produksi biogas untuk menurunkan kadar polutan dalam limbah.
Namun, limbah cair tapioka hasil proses biogas masih belum
memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Bioremediasi menggunakan
Chlorella vulgaris menjadi alternatif pengolahan lanjutan yang
berpotensi menurunkan beban pencemar sekaligus menghasilkan
biomassa bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh titik pengambilan limbah cair tapioka dan rasio pengenceran
terhadap kemampuan Chlorella vulgaris dalam bioremediasi dan
produksi biomassa. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan karakteristik titik
pengambilan limbah (inlet dan outlet) reaktor biogas dan rasio
pengenceran 1:0, 1:1, 1:2, 1:3, dan 1:4. Parameter yang diamati
meliputi chemical oxygen demand (COD), total dissolved solids
(TDS), sianida, biomassa, dan analisis proksimat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perlakuan inlet rasio 1:0 memberikan hasil
terbaik dengan penurunan COD sebesar 88%, TDS 56,39%, biomassa
1,75 g/L, serta kandungan protein 48,97%, karbohidrat 13,27%, dan
lemak 10,12%. Penurunan sianida tertinggi diperoleh pada inlet rasio
1:2 sebesar 65,83%.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610260011
Keyword
Bioremediasi Chlorella vulgaris Limbah cair tapioka