Analisis Curah Hujan Ekstrem Berdasarkan ETCCDI Saat Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) di Provinsi Lampung
Provinsi Lampung rentan terhadap curah hujan ekstrem akibat variabilitas iklim global, salah satunya El Nino–Southern Oscillation (ENSO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik curah hujan ekstrem berdasarkan indeks Expert Team on Climate Change Detection and Indices (ETCCDI) saat fenomena ENSO di Provinsi Lampung periode 1994–2024. Data yang digunakan berupa curah hujan harian dari Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station (CHIRPS) dan indeks Nino 3.4. Indeks ETCCDI yang dianalisis meliputi Consecutive Dry Days (CDD), Consecutive Wet Days (CWD), PRCPTOT, R10mm, dan R20mm. Analisis tren menggunakan uji Mann–Kendall dan Sen’s Slope, pengaruh ENSO dianalisis dengan metode komposit dan korelasi Spearman musiman. Hasil spasial pada indeks CDD dan CWD didominasi nilai 20–30 hari/tahun, PRCPTOT 2.000–2.500 mm/tahun, R10mm 80–90 hari/tahun, dan R20mm 80–90 hari/tahun. Analisis tren CDD menunjukkan kecenderungan menurun dengan nilai slope -0,358, sedangkan CWD, PRCPTOT, R10mm, dan R20mm memiliki kecenderungan meningkat dengan nilai slope masing–masing 0,285, 17,009, 0,797, dan 0,36. Sebagian besar tren tidak signifikan secara statistik, kecuali pada indeks CWD di titik Kota Bandar Lampung dengan p-value sebesar 0,008. Fase El Niño berkaitan dengan kondisi lebih kering, ditandai peningkatan CDD serta penurunan CWD, PRCPTOT, R10mm, dan R20mm. Sebaliknya, fase La Nina berkaitan dengan kondisi lebih basah. Korelasi Spearman menunjukkan bahwa pengaruh ENSO signifikan pada musim JJA dan SON, dengan CDD berkorelasi positif, sedangkan PRCPTOT, R10mm, dan R20mm berkorelasi negatif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610250003
Keyword
ENSO curah hujan ekstrem Mann–Kendall Lampung