(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

EVALUASI SENSORI DAN UJI ELECTROENCEPHALOGRAPHY FORMULASI PARFUM AROMATERAPI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN UJIAN


Kecemasan menghadapi ujian merupakan salah satu kondisi yang dapat memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa selama menghadapi situasi evaluasi akademik. Aromaterapi menggunakan minyak esensial menjadi salah satu pendekatan yang berpotensi memberikan efek menenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang formulasi parfum aromaterapi dengan kombinasi minyak esensial yang diterima sebagai kosmetik mewangikan sekaligus, mengevaluasi sensori dari parfum aromaterapi sehingga intensitas dan aromanya diterima oleh konsumen serta mengevaluasi paralel secara subjektif (self-report) dan objektif (aktivitas gelombang otak dengan EEG) dari parfum aromaterapi yang berpotensi menurunkan kecemasan ujian. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat enam variasi formulasi parfum aromaterapi yang selanjutnya dievaluasi melalui uji sensori hedonik untuk menentukan formula terpilih. Formula terpilih kemudian digunakan dalam pengujian terhadap mahasiswa dengan kelompok aroma dan plasebo pada tiga kondisi pengukuran, yaitu sebelum ujian (P1), setelah ujian (P2), dan setelah pemberian perlakuan (P3). Aktivitas EEG dianalisis berdasarkan gelombang Alpha (8–13 Hz) dan Beta (13–30 Hz), sedangkan tingkat kecemasan subjektif diukur menggunakan VAS-A. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa F6 (639)memiliki tingkat penerimaan terbaik dibandingkan formula lainnya. Pengukuran VAS-A menunjukkan adanya perubahan tingkat kecemasan setelah pemberian perlakuan. Sementara itu, hasil pengukuran EEG menunjukkan adanya variasi aktivitas gelombang Alpha dan Beta, tetapi perubahan aktivitas EEG secara keseluruhan belum menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa aktivitas gelombang Beta pada kelompok aroma memiliki hubungan yang signifikan dengan VAS-A (r = 0,539; p = 0,038), sedangkan aktivitas Alpha tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (r = 0,204; p = 0,466). Dengan demikian, parfum aromaterapi menunjukkan potensi dalam membantu menurunkan kecemasan ujian berdasarkan perubahan skor VAS-A dan keterkaitan aktivitas Beta dengan tingkat kecemasan, meskipun perubahan aktivitas EEG secara keseluruhan belum menunjukkan hasil yang signifikan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610240006

Keyword
Parfum aromaterapi; minyak esensial; kecemasan uji