Evaluasi dan Perencanaan Desain Pencahayaan Masjid Kampus Melalui Simulasi DIALux (Studi Kasus Masjid Baitul Ilmi Institut Teknologi Sumatera)
Kenyamanan visual merupakan salah satu faktor penting dalam mendu
kung aktivitas ibadah di masjid. Masjid Baitul Ilmi Institut Teknologi
Sumatera mengadopsi konsep arsitektur tropis modern yang berpoten
si menimbulkan permasalahan pencahayaan buatan pada malam hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pencahayaan bu
atan eksisting serta merancang ulang sistem pencahayaan agar sesuai
dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6197:2020. Metode peneli
tian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengukuran
tingkat iluminasi menggunakan lux meter pada 36 titik ukur, pemodelan
bangunan menggunakan SketchUp, serta simulasi pencahayaan meng
gunakan DIALux Evo. Validasi model dilakukan menggunakan meto
de Mean Absolute Error (MAE) dan Mean Absolute Percentage Error
(MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat penca
hayaan eksisting sebesar 70,64 lux, jauh di bawah standar 200 lux. Ha
sil validasi model eksisting menunjukkan nilai MAE sebesar 9,75 lux
dan MAPE sebesar 22 persen. Setelah dilakukan perancangan ulang mela
lui penggantian spesifikasi lampu tanpa mengubah tata letak armatur,
rata-rata tingkat pencahayaan meningkat menjadi 102,58 lux dengan ni
lai MAE sebesar 20,61 lux dan MAPE sebesar 22 persen. Meskipun terjadi
peningkatan, tingkat pencahayaan masih belum memenuhi standar SNI
sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610230047
Keyword
DIALux Evo Iluminasi Kenyaman Visual Masjid Pencahayaan Buatan