Evaluasi Konstruksi Dan Pengaruh Rel Gongsol Pada Keausan Rel Luar Di Lengkung Radius Kecil (Studi Kasus: Jalur Kereta Api Tanjung Karang-Tarahan)
Rel gongsol merupakan konstruksi yang digunakan pada lengkung radius kecil untuk membantu menjaga kestabilan perjalanan kereta api dan mengurangi risiko anjlokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi konstruksi rel gongsol pada lengkung No. 4 dan No. 6, mengevaluasi kesesuaiannya terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 24 Tahun 2015 dan Peraturan Dinas Nomor 10 A Tahun 2016, serta mengetahui pengaruh penggunaan rel gongsol terhadap keausan rel luar. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung terhadap pertinggian rel, lebar jalan rel, dan lebar alur gongsol dengan rel utama. Data hasil pengukuran dibandingkan dengan ketentuan yang berlaku, sedangkan keausan rel dianalisis berdasarkan data pengukuran selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi rel gongsol pada lengkung No. 4 dan No. 6 masih berada dalam batas toleransi. Rata-rata pertinggian rel sebesar 7 mm masih di bawah batas maksimum 12 mm, sedangkan lebar jalan rel dan lebar alur gongsol masih memenuhi ketentuan. Nilai rata-rata keausan bagian e pada lengkung No. 4 sebesar 0,205 dengan estimasi mencapai batas maksimum dalam 73 bulan, sedangkan pada lengkung No. 6 sebesar 0,409 dengan estimasi 36 bulan. Pada bagian a, nilai keausan masing-masing sebesar 0,176 dan 0,168 dengan estimasi 68 dan 71 bulan. Berdasarkan hasil penelitian, konstruksi rel gongsol pada kedua lengkung masih memenuhi persyaratan dan kondisi keausan rel luar masih berada dalam batas yang diizinkan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610230040
Keyword
rel gongsol lengkung radius kecil keausan rel konstruksi jalan rel kelayakan