Analisis Variasi Musiman Ketinggian Lapisan Batas Atmosfer di Provinsi Lampung berdasarkan Data ERA5
Ketinggian lapisan batas atmosfer atau Planetary Boundary Layer Height (PBLH) merupakan parameter penting untuk menggambarkan kondisi atmosfer dekat permukaan dan keterkaitannya dengan kondisi meteorologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi temporal dan spasial PBLH melalui klimatologi diurnal dan musiman, mengkaji hubungan antara parameter meteorologi pendukung dan PBLH menggunakan korelasi Pearson, serta menganalisis tren jangka panjang semua variabel penelitian menggunakan uji Mann–Kendall dan Sen’s slope di Provinsi Lampung selama periode 1991–2024. Data yang digunakan berupa reanalisis ERA5 dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) dengan resolusi spasial 0,25° × 0,25° dan temporal per jam, yang meliputi PBLH, temperatur udara 2 m, kelembapan relatif 2 m, kecepatan angin 10 m, dan lower tropospheric stability (LTS). Hasil menunjukkan bahwa secara diurnal, PBLH mencapai ketinggian maksimum pada siang hari, yaitu sekitar pukul 12.00–14.00 WIB, dan mencapai ketinggian minimum pada malam hingga pagi hari, yaitu sekitar pukul 01.00–06.00 WIB. Variabilitas diurnal terbesar terlihat pada musim SON, dengan PBLH tertinggi mencapai sekitar 1109 m pada pukul 13.00 WIB, sedangkan nilai terendah sekitar 93 m terjadi pada musim MAM pukul 06.00 WIB. Secara spasial, PBLH umumnya lebih tinggi di daratan dibandingkan lautan pada saat siang hari. PBLH berkorelasi positif sangat kuat dengan temperatur udara (r = 0,81–0,89) dan positif kuat dengan kecepatan angin (r = 0,61–0,77), serta berkorelasi negatif sangat kuat dengan kelembapan relatif (r = −0,89 hingga −0,93) dan LTS (r = −0,84 hingga −0,89). PBLH menunjukkan kecenderungan meningkat sebesar 0,7769 m/tahun, tetapi tidak signifikan secara statistik (p > 0,05).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610230024
Keyword
ERA5 Lampung Mann- Kendall PBLH Sen’s Slope Variasi Musiman