STUDI PELINDIAN PERAK DARI LIMBAH SEL SURYA MENGGUNAKAN SISTEM TIOUREA–HIDROGEN PEROKSIDA DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN
Limbah sel surya mengandung logam bernilai ekonomi, salah satunya perak (Ag), sehingga pelindian Ag dari limbah sel surya perlu dikaji sebagai salah satu alternatif pengolahan material sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelindian Ag menggunakan sistem tiourea–hidrogen peroksida (H₂O₂) melalui variasi waktu pelindian, konsentrasi tiourea, konsentrasi H₂O₂, serta penambahan surfaktan cetyltrimethylammonium chloride (CTAC). Penelitian dilakukan melalui pengujian bertahap terhadap waktu pelindian, konsentrasi tiourea, dan konsentrasi H₂O₂, kemudian dilanjutkan dengan pengujian penambahan surfaktan pada konsentrasi 0,37, 0,74, dan 1,48 mM. Konsentrasi logam terlarut dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS), sedangkan recovery Ag dihitung berdasarkan selisih massa logam dalam material umpan (feed) dan residu pelindian menggunakan data kadar unsur hasil analisis X-ray Fluorescence (XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik pada rentang yang diuji adalah waktu pelindian 15 menit, konsentrasi tiourea 0,3 M, dan konsentrasi H₂O₂ 0,01 M. Pada pengujian penambahan surfaktan, recovery Ag pada kondisi kontrol tanpa surfaktan sebesar 89,01%. Penambahan surfaktan pada konsentrasi 0,37, 0,74, dan 1,48 mM menghasilkan recovery Ag masing-masing sebesar 84,54%, 74,69%, dan 58,07%. Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan penurunan recovery Ag seiring dengan peningkatan konsentrasi surfaktan pada kondisi pelindian yang digunakan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610230015
Keyword
limbah sel surya perak tiourea hidrogen peroksida surfaktan