Analisis Perbandingan Metode Pembobotan Portofolio Maximum Sharpe Ratio dan Hierarchical Risk Parity Pada Indeks IDX80 dengan Pendekatan Minimum Spanning Tree
Volatilitas harga saham akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik
global menyebabkan diversifikasi sederhana ternyata belum mampu
melindungi investor dari risiko kerugian yang signifikan. Penelitian ini
menganalisis pembentukan portofolio menggunakan metode Minimum
Spanning Tree dengan algoritma Prim dan empat ukuran sentralitas,
serta membandingkan kinerja metode pembobotan Maximum Sharpe
Ratio dan Hierarchical Risk Parity. Data yang digunakan berupa harga
penutupan harian 55 saham IDX80 periode 1 Maret 2023 – 30 Juni
2026. Hasil seleksi empat ukuran sentralitas menghasilkan 10 saham
yang kemudian dikombinasikan untuk memperoleh lima saham dengan
expected return tertinggi, yaitu BRMS, ANTM, ENRG, ELSA, dan
EXCL sebesar 0,145%. Pembobotan portofolio MSR menghasilkan
proporsi bobot pada ENRG sebesar 0,46%, BRMS sebesar 0,30%,
ELSA sebesar 0,24%, serta ANTM dan EXCL sebesar 0%, dengan
expected return portofolio sebesar 0,217
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610230008
Keyword
Hierarchical Risk Parity IDX80 Maximum Sharpe Ratio Minimum Spanning Tree Sharpe Ratio