(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Metalografi dan Fraktografi Pegas Ulir Bogie S2HD pada Gerbong Datar


View/Open

Author
Muhammad, Argya

Date Published
10 Dec 2026

Advisor
Siti Maulidina, M.Eng.,

Subject
Teknik Perkeretaapian

Publisher


Pegas ulir merupakan komponen penting pada sistem suspensi bogie kereta api yang berfungsi menopang beban dan meredam getaran selama pengoperasian. Kegagalan pada komponen ini dapat memengaruhi keandalan sistem suspensi dan keselamatan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik struktur mikro dan morfologi permukaan patahan pegas ulir bogie S2HD INA pada gerbong datar untuk mengidentifikasi mekanisme kegagalannya. Metode penelitian meliputi pengamatan makroskopik, pengujian metalografi menggunakan mikroskop optik Nikon Eclipse MA100 pada pembesaran 100×–500×, pengujian fraktografi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) pada pembesaran 1000× dan 5000×, serta identifikasi unsur material menggunakan Portable X-Ray Fluorescence (XRF) sebagai data pendukung. Hasil metalografi menunjukkan bahwa spesimen pegas baru memiliki distribusi matriks dan respons etsa yang relatif lebih seragam dibandingkan spesimen pegas patah yang memperlihatkan variasi kontras dan morfologi lokal lebih menonjol. Namun, mikroretak dan jenis fasa tertentu belum dapat diidentifikasi secara meyakinkan. Pengamatan SEM menunjukkan adanya celah, diskontinuitas, dan percabangan jalur kerusakan pada lokasi 1 dan 2, sedangkan lokasi 3 memperlihatkan permukaan yang lebih kasar dengan cekungan mikro dan morfologi menyerupai dimple yang secara tentatif dikaitkan dengan patah akhir. Fatigue striation belum dapat dikonfirmasi secara meyakinkan. Hasil XRF menunjukkan kandungan Fe sebesar 96,52%, serta Cr dan Mn masing-masing sebesar 0,648%, tetapi belum cukup untuk menentukan grade material secara definitif. Berdasarkan korelasi hasil pengujian dan kondisi pembebanan berulang selama operasi, mekanisme kegagalan paling konsisten dengan kegagalan lelah (fatigue failure) yang diikuti patah akhir. Interpretasi ini memiliki keterbatasan karena lokasi inisiasi retak mikroskopik belum dapat dipastikan dan pengujian mekanik langsung tidak dilakukan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610230001

Keyword
pegas ulir bogie S2HD metalografi fraktografi SEM kegagalan lelah XRF