OPTIMASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN, TBM, DAN DAYA MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISTIK BUBUK MARIGOLD DARI PENGERINGAN BUSA
Bunga marigold (Tagetes erecta L.) kaya akan senyawa fenolik,
tetapi mudah rusak sehingga memerlukan metode pengeringan yang
mampu mempertahankan kandungan bioaktifnya. Salah satu metode
yang dapat digunakan adalah foam-mat drying berbantuan gelombang
mikro (MAFMD). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh
konsentrasi maltodekstrin, konsentrasi TBM, dan daya microwave
terhadap densitas, total fenolik, dan karakteristik pada kondisi proses
optimal bubuk marigold. Ekstrak marigold dibuat menjadi busa dengan
penambahan maltodekstrin dan TBM, dikeringkan dengan microwave
selama 15 menit, dihaluskan dan diayak 60 mesh. Pengujian meliputi
densitas bubuk dan total fenolik sebagai respon utama, dan densitas
mampat, indeks kelarutan air, indeks penyerapan air, dan
penghambatan radikal bebas DPPH pada kondisi proses optimal.
Optimasi menggunakan Response Surface Methodology dengan Box
Behnken Design pada rentang maltodekstrin 5–15 persen, TBM 0,5–1,5 persen,
dan daya microwave 240–640 W. Densitas bubuk dipengaruhi
signifikan oleh maltodekstrin, TBM, dan interaksi keduanya. Total
fenolik dipengaruhi signifikan oleh maltodekstrin dan daya microwave,
sedangkan TBM tidak berpengaruh. Kondisi optimal diperoleh pada
maltodekstrin 5 persen, TBM 1,5 persen, dan daya 640 W dengan desirabilitas
sebesar 0,955. Hasil validasi menunjukkan nilai p-value 0,16 (>0,05)
pada densitas bubuk dan nilai p-value 0,19 (>0,05) pada total fenolik,
sehingga tidak berbeda nyata dengan nilai prediksi. Karakteristik bubuk
hasil optimasi memiliki densitas mampat 0,632 g/cm3, indeks kelarutan
air 86,17 persen, indeks penyerapan air 0,92 g/g, dan penghambatan radikal
bebas 90,29 persen.
Kata kunci: bubuk marigold, foam-mat drying, microwave, response
surface methodology, TBM
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610220044
Keyword
bubuk marigold foam mat drying microwave response surface methodology TBM