PEMANFAATAN DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT PISANG TANDUK (Musa paradisiaca) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS AIR GAMBUT
Air gambut merupakan sumber air permukaan yang melimpah di Indonesia, khususnya di daerah Sumatera dan Kalimantan, namun memiliki kualitas yang sangat buruk akibat tingginya kandungan zat organik terlarut, terutama asam humat, yang menyebabkan warna pekat, rasa asam, dan pH rendah, sehingga tidak memenuhi standar baku mutu air bersih yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 32 Tahun 2017. Pengolahan air gambut memerlukan adsorben berkinerja tinggi seperti karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi karbon aktif dari limbah kulit pisang tanduk (Musa paradisiaca) yang diaktivasi dengan KOH 1 M, serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai adsorben untuk meningkatkan kualitas air gambut sesuai dengan standar Permenkes No. 32 Tahun 2017. Karbon aktif disintesis melalui karbonisasi pada suhu 700°C dan diuji terhadap asam humat untuk menentukan kondisi adsorpsi optimum, model kinetika, dan isoterm yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif yang dihasilkan memenuhi standar SNI 06-3730-1995 dengan rendemen 32,31%, kadar air 3%, kadar abu 9,417%, dan kadar zat menguap 16,882%. Karakterisasi FTIR mengkonfirmasi keberadaan gugus fungsional aktif (-OH, C=O, C=C) yang memfasilitasi proses adsorpsi. Kondisi adsorpsi optimum dicapai pada waktu kontak 60 menit dengan efisiensi 69,51%, pH 2, konsentrasi adsorbat 20 ppm, dan massa adsorben 5 g. Proses adsorpsi mengikuti model Isoterm Langmuir (R² = 0,9653; qmax = 2,1433 mg/g) dan kinetika Orde Dua Semu (R² = 0,9952; qe = 0,2860 mg/g), menandakan mekanisme adsorpsi kimia monolayer. Aplikasi pada sampel air gambut riil menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dengan efisiensi adsorpsi rata-rata 83,33%, peningkatan pH dari 3,3 menjadi 6,89 (memenuhi rentang standar Permenkes: 6,5-8,5), penurunan warna dari 69 TCU menjadi 26 TCU (penurunan 62,32%, mendekati batas maksimal 50 Pt/Co), dan pengurangan Total Organic Carbon (TOC) dari 39,7 mg/L menjadi 6,78 mg/L (penurunan 82,89%). Hasil ini menunjukkan bahwa karbon aktif kulit pisang tanduk sangat efektif dalam meningkatkan kualitas air gambut menuju standar air bersih yang aman untuk konsumsi manusia dan dapat digunakan sebagai alternatif adsorben yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610220029
Keyword
Air Gambut Asam Humat Karbon Aktif Kulit Pisang Adsorpsi