(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Fabrikasi Repellent Patch Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata) Berbasis HPMC dan PVP K-30 sebagai Alternatif Pengendalian Vektor DBD


Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti mendorong pengembangan alternatif pengendalian vektor berbahan alam. Minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) berpotensi sebagai repellent karena mengandung senyawa volatil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tanaman dan komponen minyak atsiri, mengkarakterisasi repellent patch berbasis HPMC–PVP K-30, serta mengevaluasi efektivitasnya terhadap Aedes aegypti. Penelitian dilakukan melalui destilasi uap, analisis GC-MS, fabrikasi patch dengan metode solvent casting, karakterisasi fisikokimia dan FTIR, serta pengujian daya proteksi selama enam jam menggunakan kelinci. Penelitian dibatasi pada minyak atsiri bunga kenanga, matriks HPMC–PVP K-30, dan nyamuk betina dewasa. Data karakterisasi dianalisis secara deskriptif, sedangkan perbedaan daya proteksi antarformula dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil determinasi mengonfirmasi tanaman sebagai Cananga odorata. Ekstraksi menghasilkan rendemen minyak atsiri sebesar 0,41 persen, dengan caryophyllene (15,86 persen) dan linalool (11,95 persen) sebagai komponen dengan persentase area terbesar. Patch memiliki pH 6,20–6,35, ketebalan 0,18–0,27 mm, ketahanan lipat ≥200 kali, daya serap kelembapan <10 persen, dan koefisien variasi bobot 2,9–5,3 persen. Analisis FTIR menunjukkan pita serapan pada 3391,9 cm⁻¹ (O–H), 2870,1 cm⁻¹ (C–H alifatik), dan 1654,9 cm⁻¹ (karbonil yang dikaitkan dengan PVP K-30). Formula F3 dengan konsentrasi minyak atsiri 6 persen menghasilkan daya proteksi 93,33 persen pada jam keenam. Namun, perbedaan daya proteksi antarformula tidak signifikan secara statistik (p=0,075).

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610220027

Keyword
Aedes aegypti HPMC minyak atsiri bunga kenanga PVP K-30 repellent patch