Evaluasi Kinerja Heat Exchanger Berdasarkan Analisis Thermal Efficiency Dan Perhitungan Biaya Energy Loss Pada Pt.”X”.
ABSTRAK
Heat exchanger merupakan peralatan yang berfungsi untuk memindahkan panas dari fluida bersuhu tinggi ke fluida bersuhu rendah tanpa terjadi pencampuran secara langsung. Penurunan kinerja heat exchanger dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan perpindahan panas, meningkatnya hambatan aliran, serta timbulnya kerugian energi yang berdampak pada biaya operasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja heat exchanger berdasarkan parameter perhitungan dan mengetahui faktor penyebab terjadinya penurunan serta mengetahui kerugian energy loss dari ketidakefiesien alat. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan Tahapan perhitungan dalam penelitian ini mengacu pada buku Heat Exchanger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi perpindahan panas sebesar 0,69%, yang mengindikasikan heat exchanger masih dapat beroperasi, namun telah mengalami penurunan performa akibat terbentuknya hambatan perpindahan panas. Nilai fouling factor sebesar 0,376 ft²hr°F/Btu berada di atas nilai fouling resistance yang direkomendasikan, yaitu 0,003–0,005 ft²hr°F/Btu, sehingga menunjukkan adanya akumulasi deposit yang meningkatkan tahanan termal. Nilai pressure drop yang diperoleh sebesar 2,1250 psi pada sisi shell dan 10,3504 psi pada sisi tube. Nilai pressure drop pada sisi tube melebihi batas yang direkomendasikan, sehingga mengindikasikan adanya peningkatan hambatan aliran akibat fouling, scaling, maupun korosi ringan. Perhitungan energy loss menghasilkan nilai sebesar 747,046 Btu/jam dengan persentase 31,92%, yang menunjukkan bahwa sebagian energi panas dari fluida panas belum berhasil ditransfer secara optimal ke fluida dingin. Berdasarkan konversi menggunakan harga fuel gas sebesar USD 7/MMBtu, diperoleh estimasi kerugian energi sebesar Rp85.163/jam, Rp2.043.912/hari, dan Rp61.317.536/bulan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610220025
Keyword
Energy loss Fouling factor Heat exchanger Pressure drop Thermal efficiency