Pengaruh El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap Perubahan Sea Level Anomaly (SLA) di Wilayah Samudra Hindia Bagian Timur.
Sea Level Anomaly (SLA) merupakan penyimpangan tinggi muka laut terhadap kondisi rata-ratanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi spasial dan musiman SLA serta keterkaitannya dengan kondisi ENSO dan IOD di Samudra Hindia bagian timur, khususnya wilayah pesisir Sumatra dan Jawa dengan menggunakan analisis klimatologi, komposit, overlay, lag korelasi pada periode 1996–2025, serta regresi linier berganda untuk estimasi SLA tahun 2026. Data yang digunakan adalah data indeks iklim Nino 3.4 dari NOAA, DMI dari OOPC dan parameter SLA, curah hujan dan angin (u,v) pada ketinggian 10 m dari permukaan dari reanalisis ERA5. Hasil analisis klimatologi menunjukkan SLA cenderung lebih tinggi di wilayah pesisir Sumatra dan Jawa pada DJF dan MAM, sedangkan pada JJA dan SON SLA tertinggi berada di laut lepas. Di wilayah pesisir Sumatra dan jawa hasil komposit SLA menunjukkan bahwa El Nino dan IOD positif cenderung berkaitan dengan penurunan SLA, sedangkan La Nina dan IOD negatif berkaitan dengan peningkatan SLA. Hasil komposit curah hujan menunjukan pola keterkaitan berbeda antar musim dengan SLA sedangkan Overlay ekman pumping dengan angin memperlihatkan adanya keterkaitan spasial antara SLA. Sementara itu, korelasi antara SLA dan indeks Nino 3.4 pada lag 0 secara konsisten meiliki hubungan negatif sekitar –0,5 sampai –0.75, sedangkan korelasi antara SLA dan DMI menunjukkan hubungan yang bervariasi. Hasil estimasi SLA tahun 2026 musim DJF dan MAM menunjukkan bahwa pola di sekitar pesisir Sumatra dan Jawa cenderung mengikuti karakteristik klimatologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLA memiliki variasi spasial dan musiman yang jelas serta memiliki keterkaitan dengan kondisi ENSO dan IOD.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610220015
Keyword
ENSO IOD Samudra Hindia SLA Indian Ocean