ANALISIS STABILITAS REL LAS PANJANG/CONTINUOUS WELDED RAIL (CWR) TERHADAP POTENSI RAIL BUCKLING PADA EMPLASEMEN STASIUN KEDUNGGEDEH, KABUPATEN BEKASI
Continuous Welded Rail (CWR) merupakan sistem rel tanpa celah sambungan, sehingga perubahan suhu menimbulkan tegangan termal dan gaya tekan longitudinal yang dapat memicu rail buckling apabila melampaui kemampuan lintasan dalam menahannya. Peristiwa anjlokan Kereta Api Purwojaya pada 25 Oktober 2025 di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, diduga berkaitan dengan fenomena tersebut pada lintasan CWR, sehingga diperlukan analisis teknis untuk mengevaluasi kondisi stabilitas rel pada lokasi tersebut. Penelitian ini menganalisis stabilitas rel CWR pada lengkung nomor 1 KM 56+500 terhadap potensi rail buckling, meliputi pengaruh perubahan suhu terhadap tegangan termal, perbandingan gaya tekan aktual dengan gaya tekan kritis, faktor teknis yang memengaruhi stabilitas, serta langkah pencegahan yang diperlukan. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, meliputi pengukuran suhu dan geometri rel, observasi kondisi ballast, penambat, dan bantalan, serta uji kekerasan Brinell, yang dianalisis menggunakan pendekatan teori tekuk Euler. Hasil penelitian menunjukkan perubahan suhu rel sebesar 28°C menghasilkan tegangan termal 67,62 MPa dan gaya tekan aktual 468,88 kN, dengan rasio stabilitas sebesar 98,78 pada kondisi jepit–sendi dan 193,61 pada kondisi jepit–jepit, yang menunjukkan rel berada dalam kondisi stabil secara teoritis. Namun, hasil identifikasi initial imperfection menunjukkan penyimpangan listringan maksimum sebesar 26 mm pada Titik 11, puncak dari zona penyimpangan sepanjang ±180 meter (Titik 1–19), dengan zona Titik 9 hingga 13 sebagai segmen paling rentan terhadap potensi rail buckling. Verifikasi kapasitas material melalui uji kekerasan Brinell menghasilkan kapasitas tarik 1.258,89–1.308,00 MPa, jauh di atas tegangan termal yang terjadi. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa potensi rail buckling pada lokasi penelitian tergolong rendah, namun zona Titik 9 hingga 13 tetap memerlukan prioritas perawatan geometri dan pemantauan secara berkala.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610210029
Keyword
Continuous Welded Rail Rail buckling Tegangan termal Gaya tekan kritis initial imperfection stabilitas rel