ANALISIS DAMPAK SOSIAL MENGGUNAKAN METODE SOCIAL LIFE CYCLE ASSESSMENT DI PT SINERGI GULA NUSANTARA PABRIK GULA BUNGA MAYANG
Industri gula memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memberikan dampak sosial terhadap berbagai pemangku kepentingan di sepanjang rantai produksinya. Namun, isu sosial seperti kesejahteraan petani, kondisi kerja, serta kondisi masyarakat sekitar masih perlu dievaluasi untuk mendukung keberlanjutan industri gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak sosial, menganalisis hotspot sosial, serta memberikan rekomendasi perbaikan pada PT Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Bunga Mayang. Penelitian dilakukan menggunakan metode Social Life Cycle Assessment (S-LCA) dengan batasan sistem cradle to gate yang mencakup aktivitas budidaya tebu hingga proses produksi gula. Penilaian dilakukan terhadap tiga pemangku kepentingan, yaitu petani tebu, pekerja, dan komunitas lokal dengan jumlah responden masing-masing 50, 73, dan 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator memberikan dampak sosial positif. Skor pemangku kepentingan petani tebu sebesar 0,828, pekerja sebesar 0,836, dan komunitas lokal sebesar 0,749. Nilai keberlanjutan sosial keseluruhan sebesar 0,804 dan termasuk kategori berkelanjutan. Subkategori kondisi hidup yang sehat dan aman pada komunitas lokal teridentifikasi sebagai hotspot sosial dengan nilai 0,68 yang merupakan skor penilaian terendah. Rekomendasi perbaikan melakukan penerapan alat dust collector dan pemantauan kualitas, pemeliharaan alat, serta mekanisme penyampaian keluhan untuk meningkatkan kinerja positif pada Pabrik Gula Bunga Mayang.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610210027
Keyword
Dampak sosial Hotspot sosial Industri gula Keberlanjutan sosial Social Life Cycle Assessment