(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Risiko Rel Patah pada Sambungan Las Thermit Dengan Pendekatan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Sebagai Dasar Mitigasi Risiko dan Menjaga Keselamatan Operasional Kereta Api (Studi Kasus Lintas Jalan Kereta Api Branti-Tegineneng)


View/Open

Author
BILLY, DESYANTO

Date Published
09 Oct 2026

Advisor
Ir. Febriyadi, S.T., M.T.,

Subject
Teknik Perkeretaapian

Publisher


Sambungan las thermit merupakan titik kritis pada rel yang rentan mengalami retak hingga patah akibat cacat pengelasan dan beban siklik, sementara perawatan di lintas Branti–Tegineneng masih bersifat korektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kegagalan sambungan las thermit, menganalisis tingkat risiko patah rel dengan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan menyusun rekomendasi mitigasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer berupa observasi lapangan dan wawancara lima narasumber PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjung Karang, serta data sekunder berupa data gangguan rel dan Gapeka. Tonase ekuivalen lintas sebesar 249.307,8 ton/hari dengan daya angkut lintas 98.725.888,8 ton/tahun. Ditemukan 10 titik gangguan pada sambungan las thermit, yaitu 2 rel putus, 2 las keropos, dan 6 rel defect berupa shelling. Analisis FMEA menghasilkan enam mode kegagalan dengan tiga nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, yaitu sambungan rel keropos (306), retak rambut pada sambungan las (220), dan fatigue pada material las (216), yang menyumbang 64,80% total risiko. Mitigasi difokuskan pada pengawasan pengelasan sesuai SOP, inspeksi berkala dengan uji penetrant dan Ultrasonic Testing, serta pemantauan geometri lintasan dan penggantian sambungan yang melampaui batas aman.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610210024

Keyword
Rel patah Las thermit FMEA Risk Priority Number (RPN) Mitigasi Risiko