Analisis Expected Excess Return Sentimen Investor dengan Model Arbitrage Pricing Theory Conditional Multi Beta pada Lintas Sektor Industri
Pasar modal Indonesia dihadapkan pada ketidakpastian global dan krisis yang memicu fluktuasi harga aset. Kondisi ini membuat harga seringkali tidak mencerminkan nilai fundamental, melainkan bias psikologis investor. Penelitian ini memodifikasi model Arbitrage Pricing Theory (APT) klasik dengan mengintegrasikan sentimen investor sebagai faktor risiko tambahan di samping faktor makroekonomi. Model diestimasi menggunakan Generalized Method of Moments (GMM) melalui pendekatan multi-beta conditional APT dengan premi risiko yang bervariasi terhadap waktu pada sektor industri IDX-IC. Hasil penelitian menunjukkan model terbaik dari keempat model yang diuji adalah model dengan faktor sentimen Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK). Pemilihan ini terbaukti optimal karena model denagn faktor sentimen IKK mampu menghasilkan nilai MAE yang lebih rendah serta meredam noise pasar lebih akurat dibandingkan faktor sentimen lainnya. Analisis expected excess return juga memperlihatkan karakteristik dan tingkat sensitivitas yang dinamis. Sektor energi, keuangan, dan teknologi memiliki volatilitas dan sensitivitas tinggi terhadap sentimen serta makroekonomi. Sebaliknya, sektor kesehatan dan barang primer menunjukkan pergerakan yang lebih stabil dan tangguh terhadap risiko pasar.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610210014
Keyword
Arbitrage Pricing Theory Generalized Method of Moment Pasar Modal Indonesia Premi Risiko Sentimen Investor